VIDEO: Teror Bom Surabaya, Juga Jadi Sorotan ’Media Asing’


BINTANGNEWS.com – Rentetan bom yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, yang menelan 13 korban jiwa itu juga menjadi sorotan media asing, diantaranya adalah media Presstv.com media
asal negara Iran pun tak luput mengikuti berita yang sangat tragis itu.  

Sebagaimana yang dipaparkan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menjelaskan kronologi ledakan bom di tiga gereja Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018).

Jenderal polisi bintang empat tersebut menyebut bila pelaku aksi teror diduga dilakukan satu keluarga yang terdiri dari suami, istri, dan anak-anaknya.

Hal ini media asing Presstv asal Iran berbahasa Inggris itu tak luput mengikuti melaporkan,” Sedikitnya 13 orang tewas dan 40 lainnya terluka-luka dalam serangan bom yang menargetkan gereja-gereja di kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya.


 "Ada tiga serangan di tiga gereja," kata juru bicara Polisi Jawa Timur Frans Barung Mangera.

Ledakan mematikan itu terjadi dalam waktu 10 menit satu sama lain, kata polisi, dengan ledakan pertama terjadi pada pukul 7:30 waktu setempat (0030 GMT).

"Sembilan orang tewas dan 40 orang di rumah sakit," Mangera mengatakan kepada wartawan, menambahkan bahwa dua petugas polisi termasuk yang terluka.

Ledakan itu diduga menargetkan Gereja Katolik Santa Maria, Gereja Kristen Indonesia, dan Gereja Pusat Pentakosta.

Pasukan keamanan telah mengepung tempat-tempat tersebut, dan pasukan penjinak bom telah dikerahkan untuk membendung agar tidak lebih banyak bom potensial.

Bomb attacks on Indonesia churches kill 13, injure 40
Indonesia’s intelligence agency said the attacks were suspected to have been conducted by assailants from a Daesh-linked network called Jamaah Ansharut Daulah (JAD), which has hundreds of followers in the island country.

Asked about who was behind the deadly assaults, Wawan Purwanto, the communication director at the agency said, “Still the old group, JAD, who has planned this for some time.”

Daesh Takfiri terrorist group has claimed responsibility for suicide attacks against three churches.

Churches in Indonesia are regarded as a common target for extremist groups.

Polisi Indonesia menembak dan melukai seorang pria bersenjata pedang yang menyerang jemaat gereja di kabupaten Sleman selama Misa Minggu pada bulan Februari.

Tahun lalu, panglima militer di Jakarta mengumumkan bahwa kelompok teroris Daesh hadir di hampir semua provinsi di Indonesia ketika kelompok itu kehilangan wilayah di Timur Tengah.

Agen penegak hukum Indonesia telah menangkap ratusan militan selama penindasan yang berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir.

Setidaknya 400 orang Indonesia diyakini sebelumnya telah bergabung dengan Daesh di Irak dan Suriah, di mana pakaian Takfiri digunakan untuk mengontrol wilayah.***
Continue to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com

Editing: T.Bintang
Source: Presstv.com

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply