Warga Desa Cintalanggeng Agar Bupati Karawang Tutup PT.Atlasindo


KARAWANG, BINTANGNEWS.com – Warga Desa Cintalanggeng menuntut Bupati Karawang agar segera menutup tambang PT. Atlasindo di Kecamatan Tegalwaru, Karawang, yang mengakibatkan warga sekitar mengalami
kesulitan air minum bersih.
Berawal dari izin Provinsi Jawa Barat, yang tercatat telah mengeluarkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) sebanyak 822 IUP di 20 Kabupaten/Kota. Dari 822 IUP yang telah diterbitkan, termasuk IUP PT.Atlasindo. Namun hanya ada 159 IUP yang dinyatakan Clean and Clear (CnC) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di seluruh Provinsi Jawa Barat.

Diantaranya sebanyak 663 IUP lainnya masih bermasalah dalam pembayaran royalty (landrent), jaminan reklamasi, jaminan pascatambang dan jaminan kesungguhan. Kabupaten Karawang memiliki 3 IUP (2 IUP Eksplorasi dan 1 IUP Produksi) dan semuanya tidak memiliki jaminan reklamasi dan jaminan pascatambang serta tidak ada laporan produksi (Renaksi Minerba, 2015).

Menurut Ajay Wijaya, Aktivis Pepeling karawang mengatakan,” PT.Atlasindo Utama berdasarkan SIPD (Surat Izin Pertambangan Daerah) No.541.30/Kep.05-SIPD/TM/DLH mulai beroperasi di Gunung Sirnalanggeng, sejak 10 September 2002. Kemudian pada tahun 2010 mengajukan perubahan SIPD ke IUP hingga keluarlah IUP No.541.3/116.a/03/II.12-IUP/Tamben pada tahun 2012.

IUP PT.Atlasindo Utama akan berakhir pada 10 September 2020 sesuai dengan SIPD awal diatas wilayah seluas 20 Ha. PT.Atlasindo Utama mendapatkan izin pinjam pakai kawasan hutan seluas 14 Ha sesuai SK.257/Menhut-II/2013 dan izin tersebut akan berakhir pada 10 September 2020.

Gunung Sirnalanggeng dengan ketinggian 334 MDPL (Meter Diatas Permukaan Laut) di Desa Cintalanggeng, Kecamatan Tegalwaru, Karawang, telah ditambang 39% dari luas keseluruhan dengan tinggi 150 meter dari tanah.

Desa Cintalanggeng pada 2008, 2015, dan 2017 mengalami kesulitan air bersih, jika ada air pun itu kotor dan tidak layak konsumsi. WIUP (Wilayah IUP) PT.Atlasindo Utama diketahui menjadi pemasok air bersih untuk dua sungai, yaitu Sungai Cicaban dan Sungai Cipagadungan. Harusnya kedua sungai tersebut, menjadi pemasok air bersih bagi masyarakat sekitar dan Gunung Sirnalanggeng menjadi kawasan resapan air bagi daerah sekitarnya.

Keluarnya Surat Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Propinsi Jawa Barat N0.540/Kep.06/10.1.06.2/DPMPTSP/2017 Tentang Persetujuan Perpanjangan Kesatu Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi atas nama PT. Atlasindo Utama. Menjadi ancaman nyata bagi prikehidupan lingkungan disekitarnya (Desa Cintalanggeng) dan seluruh Kabupaten Karawang.

Maka atas dasar tersebut, kami mengundang seluruh element Rakyat Karawang untuk meminta komitment Bupati Karawang, dalam hal menutup serta menolak perpanjangan IUP PT.Atlasindo Utama yang telah merusak prikehidupan lingkungan Gunung Sirnalanggeng, Karawang,” pungkas Ajay Wijaya Pepeling karawang.(driek)


Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply