Arab Saudi: Pembelian S-400 Rusia ‘ Berjalan Baik’ - Sumber Informasi Dunia

Arab Saudi: Pembelian S-400 Rusia ‘ Berjalan Baik’

Share This

BINTANGNEWS.com – Media Presstv, berbahasa Inggris melaporkan,” Arab Saudi mengatakan negosiasi atas pembelian sistem rudal S-400 Rusia " berjalan dengan baik."
Berbicara kepada Sputnik pada hari Kamis, Duta Besar kerajaan untuk Moskow Rayed Krimly mengatakan kedua pihak mengerjakan rincian teknis dari kontrak tersebut.

"Kami menandatangani kontrak selama kunjungan Raja. Apa yang sekarang terjadi adalah pelaksanaannya memerlukan rincian teknis transfer teknologi, rincian teknis lainnya antara para ahli dari kedua belah pihak," katanya.

"Para ahli harus menyelesaikan pembahasan mereka, kami tidak dapat menetapkan tanggal untuk mengakhiri diskusi, tetapi itu berjalan dengan cara yang sangat positif," tambah Krimly.

Desember lalu, Rusia mengatakan pihaknya bekerja dengan Arab Saudi untuk menyelesaikan perjanjian untuk menjual S-400 Triumf, sistem rudal anti-pesawat jarak jauh terbaru Rusia.

Saudi Arabia: S-400 sale talks with Russia ‘advancing well’
Saudi King Salman bin Abdulaziz Al Saud made a four-day trip to Moscow in March 2017.

During the visit, Russia also agreed to sell Riyadh a Kornet-M anti-armor system, Tos-A1 rocket launcher, AGS-30 grenade launcher, and Kalashnikov AK-103, according to the information office of Russia’s Federal Service for Military-Technical Cooperation.

Riyadh has frequently claimed to have intercepted retaliatory missiles fired from Yemen, but many reports have pointed to the failure of US-made Patriot missile system to fend off the attacks.

Pada bulan April, The New York Times menggambarkan Patriot sebagai sistem pertahanan rudal yang "sangat penting". "Sistem Patriot telah menghadapi pengawasan baru-baru ini setelah gagal melindungi ibukota Arab Saudi dari rudal yang ditembakkan oleh militan Houthi di Yaman," tulis surat kabar itu.

Sebulan sebelumnya, majalah Foreign Policy yang berbasis di Washington menerbitkan sebuah artikel, menggambarkan Patriot sebagai "lemon dari sistem pertahanan rudal," dan menimbulkan keraguan atas kebenaran klaim kerajaan untuk menetralkan serangan rudal balas dendam Yaman.

Saudi Arabia relies heavily on the United States in its war on Yemen. Washington has deployed a commando force on Saudi Arabia’s border with Yemen to help destroy arms belonging to Yemen’s popular Houthi Ansarullah movement. The US has also provided logistical support and aerial refueling.

Saudi Arabia and allies invaded Yemen in March 2015 to reinstate Riyadh-allied former officials. The coalition has failed to achieve the goal despite superior military power. Instead, over 14,000 Yemenis have been killed in the war.***

Continue to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com

Editing: T.Bintang
Source: Presstv.com


Post Bottom Ad

ad728

Pages