Velayati: Iran Iraq Harus Melawan Israel dan ekstremisme AS - Sumber Informasi Dunia

Velayati: Iran Iraq Harus Melawan Israel dan ekstremisme AS

Share This

BINTANGNEWS.com – Media Presstv berbahasa Inggris melaporkan,” Seorang pejabat senior Iran mengatakan baik Iran dan Irak berdiri melawan rezim Israel dan ekstremisme AS serta beberapa negara Barat.
"Amerika adalah musuh bersama dari kedua negara Iran dan Irak," Ali Akbar Velayati, penasihat senior Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dalam urusan internasional, mengatakan dalam sebuah pertemuan dengan delegasi intelektual Irak di Teheran pada Selasa.

Dia menambahkan bahwa Tehran dan Baghdad mengejar kebijakan umum karena banyak alasan, termasuk 1.200 kilometer perbatasan bersama, kesamaan budaya dan agama, kapasitas besar dan hak istimewa, keinginan untuk kekuatan dan kemandirian serta faktor sejarah dan alam yang berbeda.

Iran, Iraq standing up to Israel, US extremism: Velayati

The senior Iranian official emphasized that the two "democratic" countries have huge energy resources and enjoy deep-rooted culture and their nations have played a leading role in the formation of the Islamic civilization.

Iranian Foreign Ministry Spokesman Bahram Qassemi said in February that the Islamic Republic would continue to play a "supportive and constructive" role in Iraq's reconstruction and economic development.

Qassemi menambahkan bahwa Irak adalah negara yang ramah dan bertetangga dengan Iran dan mengatakan Republik Islam tidak ragu-ragu dalam mendukung negara dan pemerintah Irak ketika mereka berdiri dalam perang melawan terorisme, Irak akan terus mendukung mereka.

Pada 9 Desember 2017, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengumumkan berakhirnya operasi militer terhadap Daesh di negara Arab.

Pada bulan Juli tahun itu, Abadi secara resmi telah menyatakan kemenangan atas ekstremis Daesh di Mosul, yang berfungsi sebagai benteng utama kota teroris di negara Arab yang dilanda konflik itu.

In the run-up to Mosul's liberation, Iraqi army soldiers and volunteer Hashd al-Sha’abi fighters had made sweeping gains against Daesh.

The Iraqi forces took control of eastern Mosul in January 2017 after 100 days of fighting, and launched the battle in the west on February 19 last year.

Daesh began a terror campaign in Iraq in 2014, overrunning vast swathes in lightning attacks.***
Continue to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com

Editing: T.Bintang
Source: Presstv.com


Post Bottom Ad

Pages