Akibat UMK Tinggi, Banyak Perusahaan Hengkang dari Karawang - Sumber Informasi Dunia

Akibat UMK Tinggi, Banyak Perusahaan Hengkang dari Karawang

Share This

KARAWANG, BINTANGNEWS.com –  Banyak perusahaan padat karya di Karawang yang memilih pindah ke daerah lain yang UMR-nya jauh lebih rendah. Termasuk diantaranya adalah, PT. Dean Shoes di desa Mekarjaya Kecamatan Purwasari, Karawang dipastikan bakal mem-
PHK karyawannya, hampir 2000 dari 15 ribu buruh.

Berdasarkan surat bernomor FIG3/AM/212/VI/2018 disampaikan Manager PT Dean Shoes, Andry Iman M. yang ditujukan kepada Kepala Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi (Disnekertrans) Kabupaten Karawang, H. Ahmad Suroto.

“Pemberitahuan PHK massal itu resmi,” kata Ahmad Suroto di ruang kerjanya, Jumat, (06/07).

Menurut Suroto, hingga akhir Mei 2018 sudah ada beberapa perusahaan yang melakukah PHK terhadap karyawannya. Jika diakumulasikan jumlah buruh yang terkena PHK di 2018 sudah mencapai 11.000 ribu orang, sementara pada 2017 ada 29.000 buruh.

PHK massal itu jelas kepala Disnakertrans Karawang terjadi akibat perusahaan terlalu berat untuk membayar upah buruh Karawang yang termahal di Indonesia.

“Selain mengurangi jumlah karyawan, banyak perusahaan padat karya di Karawang yang memilih pindah ke daerah lain yang UMK-nya jauh lebih rendah,” ujarnya.

Daerah tujuan yang diincar perusahaan padat karya adalah Majalengka, Subang, Cirebon, Garut, Kendal, dan Karanganyar Jawa Tengah.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Kami memprediksi masih banyak lagi perusahaan yang bakal menutup pabriknya di Karawang. Sebab, UMK Karawang dari tahun ke tahun akan semakin melambung,” kata Suroto.

Disebutkan, pada tahun lalu tercatat beberapa perusahaan yang melakukan lockout (tutup) pabrik di Karawang. Di antaranya PT DSI dengan mem-PHK karyawannya berjumlah 6000 orang, PT See Won memutus hubungan kerja 200 karyawan, dan PT TWI mem-PHK sekira 3000 karyawannya.

Suroto berharap, Menaker bisa saja membuat Surat Keputusan yang menyebutkan kenaikan UMK di suatu daerah tidak berlaku bagi perusahaan padat karya,” katanya.

H. Abdul Syukur, menyampaikan,” UMK Karawang terus meningkat setiap tahun akibatnya mereka lebih memilih hengkang dari Karawang dan pindah ke daerah lain yang UMK-nya terjangkau,” ujar Ketua Apindo Karawang.(pik)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com


Post Bottom Ad

Pages