Calon Siswa Baru SMA-SMK di Jabar Dibagi 5 Jalur, 20 Persen untuk Siswa Tidak Mampu - Sumber Informasi Dunia

Calon Siswa Baru SMA-SMK di Jabar Dibagi 5 Jalur, 20 Persen untuk Siswa Tidak Mampu

Share This

BINTANGNEWS.com – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA-SMK dan sederajat tahun 2018/2019 di Jawa Barat (Jabar) akan dibagi menjadi lima jalur pendaftaran.
Lima jalur PPDB SMA dan SMK di Jabar tersebut, yakni jalur keluarga ekonomi tidak mampu, penghargaan maslahat guru dan anak berkebutuhan khusus (ABK), warga penduduk setempat (WPS), prestasi dan akademik, dan masih menggunakan sistem zonasi.

Pendaftaran dilakukan secara serentak seusai dengan jadwal yang dibuat Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, yaitu 4-24 Juni.
Untuk khusus jalur akademik atau hasil ujian nasional, pendaftarannya baru dibuka pada 5-10 Juli.

Dilansir Tribunnews, Kepala Disdik Jabar Ahmad Hadadi mengatakan PPDB kali ini menyediakan kuota 90 persen dari keseluruhan yang diterima bagi calon peserta didik yang berdomisili di Jawa Barat.

Sisanya, 10 persen, akan dibagi untuk siswa dari luar Jawa Barat, yakni 5 persen bagi calon peserta didik melalui jalur prestasi dan 5 persen untuk calon peserta didik yang melalui jalur nilai hasil ujian nasional (NHUN).

"Jika kuota jalur prestasi dan jalur NHUN dari luar wilayah Jawa Barat masih tersisa, kuota tersebut diperuntukkan bagi calon peserta didik dari dalam wilayah Jawa Barat, sesuai jalurnya," katanya saat ditemui di Disdik Jabar, Jalan Radjiman, Kota Bandung, Rabu (23/5).

Kuota calon peserta didik dari luar wilayah Jawa Barat pada satuan pendidikan yang berada di daerah berbatasan dengan provinsi lain dapat berubah, sesuai dengan kondisi calon peserta didik pendaftar di daerah perbatasan.

Kuota untuk calon peserta didik yang berdomisili di Jawa Barat dibagi lagi menjadi, 20 persen kuota siswa tidak mampu atau calon peserta didik dari keluarga ekonomi tidak mampu (KETM), 5 persen bagi calon peserta didik dari putra-putri guru sebagai penghargaan maslahat bagi guru dan bagi calon peserta didik berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas."(reff)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com

Post Bottom Ad

Pages