Deklarasi DKM Karawang Mencegah Dampak Negatif dari Era Global - Sumber Informasi Dunia

Deklarasi DKM Karawang Mencegah Dampak Negatif dari Era Global

Share This

KARAWANG, BINTANGNEWS.com – Deklarasi Dulur Kang Mulyono (DKM) di Rumah Makan Kampung Budaya, Karawang, sebagai gerakan moral bagi
generasi muda Muslim dalam upaya untuk memakmurkan mesjid.

Bangsa kita telah memasuki era globalisasi, di era dalam semua hal bisa masuk, baik yang positif maupun negatif, maka bagi remaja muslim jangan sampai terjebak dalam perubahan sosial dan budaya di Indonesia.

Di saat generasi muda Islam telah banyak melakukan pemikiran yang lebih maju (progresif); namun dalam menghadapi tantangan ini pun, pemuda muslim jangan sampai kehilangan karakter dan jatidirinya.

Acara yang digagas oleh Ustadz Cepyan Lukmanul Hakim ini, jauh dari gerakan politik, karena tema ini sebagai bagian dari gerakan generasi muslim dalam upaya untuk ikut memakmurkan masjid.

Acara yang dipandu oleh Alvino tampak di hadiri oleh Ketua DPD PKS H Dedi Sudrajat, Ketua Umum PPMI Daeng Wahidin, Ketua Umum DPP LSM Kompak, Perwakilan FPI, PPP, AMPG, HANURA dan banyak tamu undangan lainnya, di rumah makan milik Ustadz Tomy Miftah Faried ini, di Kampung Budaya Karawang, Minggu malam (15/07).

Menurut Ketua Penyelenggara, Ustadz Cepyan Lukmanul Hakim,” acara ini jauh dari gerakan politik, karena tema kami hari ini, sebagai bagian dari gerakan memotivasi generasi muslim dalam upaya untuk ikut terlibat langsung memakmurkan masjid.

”Beruntung para dermawan kita di Kabupaten Karawang lebih peduli membangun Mesjid, tapi lebih bagus lagi jika kita juga termasuk pelaku yang menyuburkan isi mesjid itu sendir,: papar Cepyan.

Masih menurut Cepyan,” H Sukur Mulyono  ini adalah sahabat lama saya sejak tahun 1999, saya masih ingat pada saat sama-sama melakukan kerja sosial membantu korban bencana Tsunami di Aceh pada tahun (2004), H. Mulyono ini memang sosok yang memiliki jiwa sosialnya yang tinggi, maka wajar saja jika sampai saat ini dia selalu memiliki kepekaan terhadap situasi apapun yang terjadi,” terang Cepyan.

Sementara itu, H Sukur Mulyono SH menyampaikan,” acara ini sesungguhnya bukan acara saya, ini adalah inisiasi dari Ustadz Cepya, jadi saya hanya bisa membantu dengan apa yang saya mampu, diantaranya, melalui pelestarian Budaya Sunda, ini juga bagian dari komponen dari Umat Islam.

”Mungkin saya tidak bisa menyumbangkan ilmu melalui syiar, tapi tidak ada salahnya jika saya juga ikut terlibat langsung membatu membangun fasilitas rumah ibadah umat Islam, dan hal ini jauh dari syahwat politik, karena gerakan ini hanya piur murni semata-mata demi memajukakan pembangunan di Karawang yang notabene daerah rilijius,” singkat H. Mulyono.(pik)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com


Post Bottom Ad

ad728

Pages