Kalah Adu Penalti, Putin: Pemain Rusia Sebagai Pahlawan


BINTANGNEWS.com – Kekalahan Rusia melalui adu penalti dari Kroasia tidak membuat masyarakat dan pemerintah negara itu mengutuk tim nasional mereka.
Sebaliknya mereka dianggap sebagai pahlawan yang mengharumkan negara dan bangsa.
Walaupun tidak menonton langsung di stadion Sochi, Presiden Vladimir Putin mengatakan dirinya bangga dengan para pemain yang disebutnya sebagai pahlawan.

"Kami kalah secara adil, kami bangga dengan mereka. Mereka tampil hebat. Mereka adalah pahlawan," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, seperti dikutip kantor berita Interfax.

Dilansir BBC Indonesia, tim asuhan Stanislav Cherchevov itu dianggap sudah mampu tampil maksimal setelah sebelumnya dianggap sebagai tim dengan peringkat terendah dalam kejuaraan ini.

Sebelum ditaklukkan Kroasia di perempat final, timnas Rusia mengalahkan Spanyol di babak 16 besar - sebuah kemenangan yang membuat rakyat negeri itu menyambutnya luar biasa.

Tetapi ketika adu penalti berakhir dalam laga melawan Kroasia, para pendukung Rusia sempat menumpahkan kesedihan di dalam stadion.

Dari sorotan kamera, terlihat raut muka para pendukung Rusia yang kecewa, meratap dan sebagian lagi matanya berkaca-kaca.

Namun semuanya berangsur-angsur mencair, dan yang terlihat kemudian adalah tepuk-tangan panjang dari tribun penonton yang ditujukan kepada para pemain.

Dari berbagai sudut negeri itu, mulai di tribun stadion, barak tentara di Rostov-on-Don, ruangan sirkus di sudut kota Moskow, hingga di gedung pertunjukan balerina di Saint Petersburg, rakyat negeri itu kemudian mengelu-elukan para pemain timnasnya.

"Rusia! Rusia!" Suara ini terdengar dari sekelompok orang Rusia seusai menonton laga itu di sebuah kafe, di sebuah sudut Moskow. Mereka menari di jalan-jalan sambil bernyanyi bersama, seperti dilaporkan Kantor berita Reuters.

"Anak-anak kami, mereka benar-benar hebat. Terima kasih banyak ya atas jerih payahnya untuk turnamen ini," Andrey, seorang pengacara, mengungkapkan hal itu saat ditemui di sudut Moskow, usai laga.

"Apa yang kalian raih, amat keren," tambahnya.

Menanggapi hasil drama adu penalti, Andrey menganggapnya sebagai persoalan beruntung atau tidak beruntung. "Dan seperti roda roulette, hari ini kami (Rusia) yang tidak beruntung," ujarnya pelan.

Seorang warga Rusia lainnya meyakini masa depan sepak bola negaranya akan jauh lebih membaik ke depan, setelah penampilannya yang mengejutkan dalam turnamen sekarang.

Dia juga berani menyimpulkan bahwa timnasnya kali ini terbaik sejak berakhirnya negara Soviet. Dia memaklumi kekalahan timnya di perempat final.

"Memang kami tidak bisa menjadi juara. Tidak bisa semudah itu untuk menggapainya. Tapi untuk menuju perempat final itu tidak gampang. Jadi, apa yang sudah ditunjukkan mereka, sungguh luar biasa," kata Evgenia, 36 tahun, seorang psikolog.

Dalam laga itu, kedua tim bermain imbang 2-2 dalam laga dua kali 45 menit dan ditambah tambahan waktu dua kali 15 menit.

Rusia unggul lebih dulu melalui gol indah yang dicetak Cheryshev di menit 31. Tetapi keunggulan tim tuan rumah tak berlangsung lama, setelah di menit 39, Andrej Kramaric berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Sampai babak kedua berakhir, skor tetap 1-1 sehingga ada tambahan waktu dua kali 15 menit.

Dan di menit 100, sundulan pemain belakang Kroasia Domago Vida membungkam puluhan ribu pendukung Rusia di stadion. Skor berubah menjadi 21 untuk Kroasia.

Drama adu penalti akhirnya dilakukan, setelah di menit-menit terakhir, pemain Rusia berdarah Brasil, Mario Fernandes, menyudahi laga menjadi 2-2.

Dalam laga penalti, Kroasia unggul 4-3. Eksekusi dua pemain Rusia, Fedor Smolov dan Mario Fernandes gagal berbuah gol, sementara pemain Kroasia, Mateo Kovacic, yang gagal mengeksekusi penalti.(bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply