Kunjungan Trump ke Inggris Didemo 100,000 Ribu Massa - Sumber Informasi Dunia

Kunjungan Trump ke Inggris Didemo 100,000 Ribu Massa

Share This

BINTANGNEWS.com – Setidaknya 100.000 demonstran mengikuti aksi di sejumlah ruas jalan di pusat kota London, hari Jumat (13/07), untuk memprotes Presiden Trump yang tengah melakukan kunjungan ke Inggris.
Mereka membawa poster dan selebaran sambil membunyikan musik dan menabuh genderang.

Para demonstran menyusuri jalan-jalan di pusat kota dan mengakhiri aksi dengan menggelar rapat umum di Trafalgar Square.

Selain di London, unjuk rasa menentang Trump juga digelar di sejumlah kota lain seperti Newcastle, Birmingham dan Manchester.

Rencananya aksi menentang Trump berlanjut hingga akhir pekan ketika ia berada di Skotlandia untuk bermain golf.

Kunjungan Trump yang pertama ke Inggris sejak menjabat sebagai presiden juga diwarnai 'perang kata-kata' antara Trump dan Wali Kota London Sadiq Khan.

Khan menegaskan dirinya tidak memperdulikan 'tuduhan bengis' dari Presiden Donald Trump bahwa dia 'melakukan pekerjaan buruk' setelah serangan teror 2017.


Dalam sebuah wawancara sebelum tiba di Inggris, Presiden Amerika Serikat itu menyerang Khan terkait rangkaian teror di London.

Dia juga menuduh wali kota keturuan Pakistan tersebut terkait peningkatan imigrasi dengan mengatakan 'lihatlah semua kejahatan yang dibawa masuk'.

Bagaimanapun Khan mempertanyakan kenapa hanya dia sendiri yang dituding bertanggung-jawab atas terrorisme.

"Presiden Trump yang harus menjelaskan kenapa dia menuding hanya saya sendiri untuk bertanggung jawab atas tindakan terorisme dan tidak satupun wali kota lainnya, tidak satu pun pemimpin lainnya."

"Saya juga memastikan bahwa walau ada peningkatan kekerasan di Inggris dan Wales, termasuk London, dalam waktu empat tahun belakangan, saya tidak berpendapat peningkatan kekerasan itu karena imigrasi," tambahya.

"Trump yang harus menjelaskan kenapa dia berpendapat ada kaitan antara imigrasi ke Eropa dan peningkatan kekerasan."

Sementara itu seorang anggota parlemen dari Partai Buruh, David Lammy, menuduh Trump adalah rasis 'yang membenci London memilih wali kota Muslim'.

Dikutif BBC Indonesia, aksi unjuk rasa menentang kunjungan Trump langsung digelar saat kedatangannya, Kamis (12/07), dan menjelang jamuan makan malam dengan Perdana Menteri Theresa May di Istana Blenheim, Oxfordshire.

Sejumlah pengunjuk rasa beraksi di sekitar kediaman resmi Duta Besar Amerika Serikat di kawasan Regents Park London, sementara sekelompok lainnya megungkapkan penentangan di tepi jalan menuju Istana Blenheim.

Pada hari kedua kunjungan, Jumat (13/07), aksi protes yang lebih besar berlangsung di pusat kota London, dengan jumlah pengunjuk rasa diperkirakan bisa mencapai 50.000 orang.

Sejak pagi, orang-orang mulai berdatangan di kawasan Regent Street, tak jauh dari kantor pusat BBC, untuk bergabung dengan aksi yang akan berlangsung di kawasan pusat kota London.

Para pengunjuk rasa dari berbagai golongan dan usia itu bukan hanya menentang kunjungan Trump ke Inggris namun juga mengecam kebijakannya terkait imigrasi.

Serangan akibat balon 'bayi Trump'?
Dalam wawancara dengan koran Inggris, The Sun, Trump mengangkat isu imigrasi ke Eropa dengan mengatakan, pergerakan 'jutaan orang' itu sebagai 'amat menyedihkan'.

"Lihat terorisme yang terjadi. Lihat yang terjadi di London. Saya kira (Khan) melakukan perkerjaan yang amat buruk terkait terorisme."

"Saya kira dia melakukan pekerjaan buruk untuk kriminalitas, jika Anda lihat, semua hal yang mengerikan terjadi di sini, dengan semua kejahatan yang dibawa masuk."


Serangan kata-kata itu dilancarkan Trump setelah Khan mengizinkan para pengunjuk rasa melayangkan balon bayi raksasa, bersamaan dengan kunjungan Trump ke Inggris.

Boneka balon setinggi enam meter itu memperlihatkan pemimpin AS tersebut mengenakan popok dan memegang telepon genggam dengan wajah yang sedang marah.

Pelayangan balon di pusat kota London, dekat Gedung Parlemen di Westminster, disetujui oleh Otorita London Raya dan Khan membela keputusannya dengan menegaskan bukan tugasnya untuk melakukan sensor atau menentukan cita rasa baik atau buruk.
  
Setelah serangan itu, Khan mengatakan warga sebaiknya tidak perlu merasa khawatir melihat peningkatan aparat keamanan di jalanan ibu kota London.

Pesan Trump di Twiter kemudian memicu kecaman karena dia menulis, "Sedikitnya 7 tewas dan 48 cedera dalam serangan teror dan Wali Kota London mengatakan 'tidak ada alasan untuk khawatir'.(reff)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com

Post Bottom Ad

ad728

Pages