Panitia Lelang Bantah Tuduhan Ada Main Mata dengan PT Pemenang Lelang RS Paru


KARAWANG, BINTANGNEWS.com – Panitia lelang Rumah Sakit (RS) Paru, Kabupaten Karawang, menjawab semua tuduhan Ormas Barisan Rakyat Indonesia (Barak Indonesia) yang didampingi tim advokasi yang mendatangi Kantor Bupati Karawang,
mempertanyakan dugaan kecurangan pada proses lelang tender RS Paru beberapa waktu lalu.

Wahyu, Ketua Pokja Lelang RS Paru di Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang menyatakan, sejumlah tuduhan yang dilayangkan kepada pihaknya itu sangat keliru. Ia mengatakan PT Amarta Karya sebagai pemenang tender telah melengkapi semua dokumen yang dipersyaratkan dalam lelang tender tersebut.

“Kami juga ada proses evaluasi pra-kualifikasi. Di sana kami cek mulai dari keabsahan dokumen hingga ke website LPJK, ”kata Wahyu saat audiensi dengan Ormas Barak Indonesia yang digelar di ruang rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, Kamis (12/7/18).

Wahyu juga menyatakan bahwa  PT Amarta Karya tak pernah menyertakan SPK bahwa perusahaan tersebut pernah membangun salah satu rumah sakit di Depok seperti yang dikatakan ketua Ormas Barak, D Sutedjo.

“Mengenai soal harga pengajuan dan yang terkoreksi itu berbeda. Sebelum evaluasi penawaran dalam lelang itu ada koreksi aritmatik, selama  tidak di atas HPS. Kalau di atas HPS tidak sah. Yang tidak boleh diubah dalam koreksi aritmatik adalah harga satuan mengikat, ”ujar Wahyu.

Sementara, Ketua Umum Ormas Barak Indonesia, D Sutedjo, tetap menyebut adanya sejumlah kejanggalan dalam proses lelang RS Paru. Tedjo menuduh jika PT Amarta Karya tidak memiliki MK01 yang menjadi dokumen mutlak yang harus dimiliki perusahaan yang akan membangun rumah sakit.

“Coba tunjukan dokumen MK01 PT Amarta Karya kalau ada? Jangan milik PT Tri Kencana. Lalu ada satu lagi, coba anda tunjukan SPK PT Amarta Karya yang telah membangun RS Bunda Aliya di Depok. Saya punya data, yang membangun bukan dia, ” ungkap Tedjo.(pik)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply