RI Resmi Pemegang Saham Mayoritas Freeport - Sumber Informasi Dunia

RI Resmi Pemegang Saham Mayoritas Freeport

Share This

BINTANGNEWS.com – Pemerintah Indonesia resmi menjadi pemegang saham mayoritas perusahaan tambang emas dan tembaga Freeport, setelah PT Inalum, perusahaan di bawah kementerian
BUMN, membeli saham senilai US$3,85 miliar atau sekitar Rp55,3 triliun.

Nilai akuisisi ini disampaikan Menteri BUMN Rini Soemarno dalam penandatanganan nota pendahuluan antara pemerintah Indonesia dan Freeport di Jakarta, hari Kamis (12/07).

Pada intinya ada empat kesepakatan.

Di luar divestasi saham 51%, disetujui perperpanjangan operasi dua kali sepuluh tahun hingga 2041, pembangunan smelter, dan apa yang disebut sebagai stabilitas finansial.

Sebelumnya, kepemilikan saham Indonesia di Freeport sekitar 9,36%, namun dengan kesepakatan ini pemerintah Indonesia melalui Inalum akan menguasai 51% saham anak perusahaan Amerika Serikat Freeport-McMoRan yang selama ini beroperasi di Tambang Grasberg, Papua, tambang tembaga terbesar kedua di dunia.
Freeport telah beroperasi di Papua selama 50 tahun.

Freeport diperkirakan akan tetap beroperasi di Grasberg dan menjadi pemilik saham yang tersisa.
Penandatanganan kesepakatan dilakukan setelah dilakukan perundingan selama lebih dari satu tahun.

Sementara itu Presiden Joko Widodo yang dikutif BBC Indonesia menyambut baik kesepakatan ini, yang ia katakan antara lain akan menambah penerimaan pajak dan royalti bagi pemerintah.

Tambang di Papua menjadi salah satu pemicu gerakan separatisme, selain sejak lama menjadi sumber perdebatan secara nasional tentang manfaat yang diperoleh rakyat dari usaha tambang ini.

Raksasa pertambangan Rio Tinto memiliki perjanjian dengan Freeport untuk ikut berinvestasi dalam pengelolaan Tambang Grasberg di Papua dengan hak partisipasi sebesar 40%.

Perusahaan asing diminta untuk memenuhi sejumlah peraturan baru yang dikeluarkan pemerintah Presiden Joko Widodo.

Jokowi yang sudah berniat untuk mencalonkan kembali sebagai presiden dalam pilpres tahun depan ingin meningkatkan kontrol atas sumber daya alam Indonesia."(reff)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com


Post Bottom Ad

ad728

Pages