Banjir Hadiah Bagi Para Atlit Peraih Medali Emas untuk Indonesia - Sumber Informasi Dunia

Banjir Hadiah Bagi Para Atlit Peraih Medali Emas untuk Indonesia

Share This

BINTANGNEWS.com – Prestasi Indonesia pada Asian Games tahun ini berarti mengharuskan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk merogoh kocek cukup dalam demi memberi hadiah kepada para peraih medali emas.
Indonesia sejauh ini telah meraih 30 medali emas sampai Kamis (30/08), sebagian besar dari cabang olahraga pencak silat.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebelumnya menjanjikan bonus sebesar Rp1,5 miliar untuk para peraih medali emas—bagi pemain ganda, masing-masing disebut akan mendapat Rp1 miliar.

Adapun bonus untuk peraih medali perak dan perunggu "sudah ditentukan, tapi masih dalam pembahasan final", kata juru bicara Kemenpora, Gatot Dewa Broto, kepada BBC News Indonesia.

Banjir hadiah
Menurut Gatot, bonus untuk para atlet Asian Games berasal dari APBN. Kemenpora awalnya menganggarkan untuk 16 medali emas; tapi kemudian anggaran tersebut direvisi karena perolehan medali yang melampaui target.

Gatot membantah rumor bahwa pemerintah meminta sumbangan kepada beberapa perusahaan swasta untuk menambah anggaran bonus bagi para atlet.

"Nggak ada," tegasnya. "Kalau ada yang men-declare bahwa (pemerintah) minta sumbangan itu salah, tapi kalau swasta mau memberikan apresiasi kepada mereka (para atlet) silakan."

Selain bonus dari Kemenpora, beberapa atlet pemenang medali emas di Asian Games juga dilaporkan menerima hadiah dari pemerintah lokal maupun pengusaha swasta.

Atlet panjat tebing Indonesia yang meraih medali emas, Muhammad Hinayah, dijanjikan sebuah rumah oleh Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin.

Sementara Lindswell Kwok, yang memenangkan medali emas dari cabang olahraga Wushu nomor Taijijian dan Taijiquan, dihadiahi satu unit mobil oleh perusahaan otomotif Tiongkok Wuling Motors. Ketua PB Wushu Indonesia, Airlangga Hartanto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan tiga unit mobil untuk atlet berprestasi.


Sudah tradisi
Gatot menegaskan bahwa tradisi pemberian bonus bagi atlet berprestasi oleh pemerintah telah terjadi sejak lama.

"Asian Games empat tahun yang lalu ada, Olimpiade dua tahun yang lalu ada, Sea Games lalu juga ada. Dan selalu bebas pajak, artinya pajak ditanggung oleh negara," ujarnya.

Gatot mengatakan, besaran bonus yang diberikan kepada para atlet di Asian Games ini akan lebih besar daripada kompetisi-kompetisi sebelumnya.

Sebagai contoh, ia menyebut bahwa pada Asian Games 2014 di Incheon, ketika Indonesia hanya mendapatkan empat medali emas, para juara masing-masing mendapatkan Rp400 juta.

Uang bonus dari pemerintah diterima sang atlet secara bersih tanpa dipotong pajak, kata Gatot. Adapun bagi pelatih, ada imbalan tersendiri.

Selain bonus berupa uang, para atlet peraih medali juga dijanjikan untuk diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kemenpora.

Dilansir BBC Indonesia, Atlet angkat besi pemenang medali emas di Asian Games, Eko Yuli Irawan, membenarkan bahwa duit bonus yang ia terima dari pemerintah selalu utuh tanpa dipotong pajak.

Adapun bagi federasi maupun atlet-atlet lain yang tidak mendapatkan medali, Eko mengaku biasanya para atlet pemenang medali menyisihkan uang, yang kemudian dikumpulkan dan dibagikan "seikhlasnya".

"Karena mereka memang kan berjuang juga, jadi anggap aja kita bagi-bagi rejeki. Cuma nggak dipatok harus sekian persen, nggak ada," kata Eko ketika dihubungi BBC News Indonesia.

Kendati kali ini mengiming-imingi para atlet dengan bonus yang besar, Kemenpora punya catatan terlambat membayarkan honor dan bonus atlet.

Pada Juli tahun lalu, Kemenpora meminta maaf kepada pasangan ganda putra bulu tangkis Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon, karena bonus yang dijanjikan kepada mereka sebagai juara All-England terlambat dibayarkan sampai lima bulan.

Dan atlet tolak peluru putri peraih emas di SEA Games 2017, Eki Febri Ekawati, sempat mengeluh karena biaya akomodasi yang dikeluarkannya sendiri tak kunjung diganti.

Namun Sekretaris Menpora Gatot Dewa Broto menegaskan bahwa hal itu tidak akan terulang lagi. Bonus bagi para atlet Asian Games akan diberikan tak lama setelah pesta olahraga Asia itu selesai.

"Arahan dari Menpora - beliau dapat arahan dari presiden - (hadiah) harus diberikan secepatnya, tak lama, beberapa hari setelah Asian Games," kata Gatot. "Saya yakin tahun ini enggak mungkin (terlambat)." (bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com

Post Bottom Ad

Pages