Breaking News

Pasca Mencoba Pembunuhan Maduro, 6 Orang Ditangkap


BINTANGNEWS.com – Pemerintah Venezuela mengatakan enam orang telah ditahan atas ledakan pesawat tanpa awak di sebuah acara yang dihadiri oleh Presiden Nicolas Maduro. Maduro menyebut insiden itu sebagai upaya pembunuhan terhadapnya.
"Salah satu dari enam tersangka yang ditahan memiliki surat perintah penangkapan yang tertunda untuk serangan tahun 2017 di pangkalan militer, dan yang kedua telah ditangkap pada tahun 2014 karena berpartisipasi dalam protes jalanan anti-pemerintah," kata Menteri Dalam Negeri Nestor Reverol seperti dikutip dari Reuters, Senin (6/8/2018).

Sementara itu sekutu Maduro, Freddy Bernal, mengirim foto wajah tujuh orang yang diduga berusia awal dua puluhan di Twitter. Ia pun menyerkan agar warga Venezuela untuk mencari mereka yang disebutnya sebagai pengkhianat.

Para kritikus oposisi mengatakan di masa lalu, pemerintah menggunakan insiden seperti ini sebagai dalih melakukan kekerasan terhadap mereka yang bersikap kritis. Termasuk memenjarakan beberapa pemimpin yang paling terkenal di negara itu.

Dilansir Sindonews, para kritikus oposisi menuduh Maduro mengarang atau membesar-besarkan insiden keamanan untuk mengalihkan perhatian dari hiperinflasi dan kekurangan produk ala Soviet.

"Kami memperingatkan bahwa pemerintah mengambil keuntungan dari insiden ini untuk mengkriminalisasi mereka yang secara sah dan demokratis menentangnya dan memperdalam penindasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang sistematis," tulis koalisi oposisi dalam sebuah pernyataan di Twitter.

Leopoldo Lopez, mantan wali kota di distrik Caracas, Chacao, misalnya, berada di bawah tahanan rumah karena perannya dalam protes jalanan tahun 2014 yang digambarkan Maduro sebagai percobaan kudeta, tetapi lawannya bersikeras bahwa itu adalah bentuk kebebasan berekspresi.

Namun para sekutu Maduro menyerang balik dengan menyebut kelompok oposisi memiliki sejarah terlibat dalam konspirasi militer. Mereka merujuk pada kudeta singkat di tahun 2002 yang menggulingkan pemimpin sosialis Hugo Chavez.

Negara anggota OPEC tersebut tengah berjuang di bawah krisis berkepanjangan. Jutaan orang kini tengah berjuang untuk mendapatkan makanan dan obat-obatan. Hal ini menyebabkan eksodus warga yang semakin besar.

Maduro kerap menyalahkan kondisi ini pada perang ekonomi yang dipimpin oleh musuh-musuh Venezuela. Selama pemerintahannya, ia kerap mengaku telah menggagalkan rencana militer terhadapnya yang disebutnya didukung oleh Washington.(boy)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di Twitter @Bintangnews.com