Breaking News

Saudi Cs Dituding Bombardir RS Yaman, 26 Tewas


BINTANGNEWS.com – Sebanyak 26 orang tewas oleh serangan udara pesawat jet tempur di area rumah sakit (RS) umum di Hudaydah, Yaman. Media setempat menyebut, jet tempur yang membombardir area rumah sakit itu milik Koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi.
Serangan berlangsung hari Kamis petang. Selain 26 orang tewas, puluhan warga sipil lainnya terluka di sekitar RS.

Menurut sumber Sindonews, Rekaman video dari tempat pemboman yang dirilis stasiun televisi Almasirah Yaman menunjukkan banyak jasad korban ditutupi selimut.

Jurnalis lepas lokal, Ahmad Algohbary, melaporkan pemboman tersebut menghancurkan ambulans ketika memasuki gerbang rumah sakit.

"Jet koalisi pimpinan Saudi menargetkan gerbang rumah sakit 'Althwra' di Hudaydah, Yaman. Puluhan tewas dan lainnya terluka," tulis Algohbary, melalui akun Twitter-nya, @AhmadAlgohbary, yang dikutip Jumat (3/8/2018).

Piha RS meminta warga untuk menyumbangkan darah guna menyelamatkan orang-orang yang terluka.

Algohbary mengatakan rumah sakit menjadi sasaran ketika orang-orang yang terluka dalam serangan sebelumnya di pasar ikan dibawa ke sana.

Kantor berita Reuters mengutip sumber medis setempat mengatakan bahwa 26 orang tewas dan 35 lainnya terluka pada Kamis dalam serangan Koalisi Arab di wilayah Hudaydah dan pasar ikan.

Sementara itu, Koalisi Arab pimpinan Saudi membantah sebagai pelaku serangan di rumah sakit. Koalisi menyalahkan kelompok pemberontak Houthi Yaman.

Juru bicara koalisi, Kolonel Turki Al-Maliki mengatakan kepada stasiun Al Arabiya bahwa pesawat tempur koalisi tidak melakukan serangan di daerah tersebut.

Sedangkan pemberontak Houthi mengatakan bahwa para warga sipil tewas dalam serangan "ketuk" dua kali yang dilakukan oleh koalisi pimpinan Saudi.

Youssef al-Hadri, juru bicara Departemen Kesehatan yang berafiliasi dengan Houthi, menyebut pemboman semalam sebagai kejahatan perang. Menurut data kementerian itu, 52 orang tewas dalam serangan itu dan 101 orang lagi cedera.

Hudaydah merupakan sebuah kota pelabuhan yang dikendalikan oleh pemberontak Houthi. Namun, wilayah itu dikepung oleh Koalisi Arab yang ingin memulihkan kekuasaan Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi.

Intervensi militer Koalisi Arab telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun terakhir dan menyebabkan apa yang disebut PBB sebagai bencana kemanusiaan terbesar di dunia yang disaksikan hari ini.(bin) 

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia Di Twitter @Bintangnews.Com