Breaking News

VIDEO: Kang Jimmy Minta PUPR Tegas Proyek Jalan yang Jadi ”Tontonan Buruk” Warga Desa Dayeuhluhur



KARAWANG, BINTANGNEWS.com – Sungguh Ironis pekerjaan proyek pelebaran jalan Hotmix yang dikerjakan oleh CV. DIVA PUTRA UTAMA, diduga tidak sesuai Spek. Warga Desa Dayeuhluhur ramai-ramai
mengukur lokasi dibeberapa bagian yang tidak digali dan tidak di COR, sehingga menjadi ”tontonan buruk” oleh warga sekitar.

Peristiwa ini sungguh sangat Ironis, karena warga sekitar usai Shalat Jum’at, mereka ramai-ramai mengukur jalan bagian-bagian lokasi yang dianggap telah terjadi penyimpangan yang dikerjakan oleh CV. DIVA PUTRA UTAMA.

Proyek pelebaran jalan Hotmix sepanjang 102 Meter LB.500.00 Meter, senilai Rp.193,150,000,- yang bersumber dari dana APBD TA 2018, di poros jalan Desa Dayeuhluhur periodik Talagasari-Turi. Pekerjaan tersebut oleh warga sekitar selain dianggap jauh dari standar kuwalitas, juga ada beberapa bagian yang tidak digali dengan kedalaman 20 cm, dan tidak COR dulu, kemudian langsung di gelar Hotmix.

 Menurut Barna (49) warga sekitar, kepada BINTANGNEWS.com menjelaskan,” pekerjaan jalan ini sangat buruk,” masak ada jalan baru saja di digelar Hotmix, kho dicolek-colek pakai jari tangan saja rontok,” kata Barna sambil mengorek-ngorek dengan jari tangannya dipinggir jalan Hotmix, dan itu memang betul adanya.

Hasil pantauan Bintangnews.com dilokasi, yang dianggap patal oleh warga sekitar secara mencolok adalah, ada 4 lokasi yang tidak dikerjakan oleh CV. DIVA PUTRA UTAMA. Kurang lebih sepanjang 84 meter X lebar 75 Cntimeter, yang tidak digali dan tidak di COR dulu, kemudian langsung digelar Hotmix.

Sebagaimana edisi sebelumnya, menurut Ujang, tim survai dari dinas PUPR mengakui,” betul proyek titik lokasi di jalan poros Desa Dayeuluhur, dulu saya yang survainya. Jalan yang semula dari 3,5 meter lebar menjadi 5 meter, dengan rincian, sebelah kanan ditambah 75 cm, sebelah kiri juga ditambah 75 cm, dari tehnik dasar dinas PUPR, setiap jalan yang terkena program pelebaran, pinggirnya harus digali dulu dengan kedalaman 20cm, kemudian baru di COR, setelah kering baru digelar Hotmix, tijuannya agar menjadi kokoh karena itu merupakan badan jalan baru” terang Ujang.


Sementara itu, CV. DIVA PUTRA UTAMA, saat menggelar Hotmix pada tanggal, 12 Juli 2018, Kamis dinihari, saat BINTANGNEWS.com  berusaha komfimas kepada pemborong atau mandornya, beberapa pekerja mengaku tidak kenal dengan pemborongnya,” maaf pak, saya hanya bekerja tidak tahu dan tidak kenal dengan pemborongnya,” ujar beberapa pekerja polosnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamaksari (Kang Jimmy), menegaskan, terkait pekerjaan yang tidak memenuhi standar (Spek), saya minta agar dinas PUPR bertindak tegas. Untuk membuktikan hal tersebut, maka kami akan cek langsung kelapangan, karena jika itu benar terjadi, justru saya sangat perihatin, karena disana ada Pengawas Lapangan (Waslap) dari dinas PUPR,” tegas Kang Jimmy.

”Kang Jimmy juga menegaskan, jika yang bersangkutan setelah diingatkan tetapi tidak saja mau memperbaikinya hingga masa batas waktu kontraknya habis, maka saya minta dinas PUPR agar yang dibayar sesuai progres saja, namun demikian, pertanyaannya buat apa disana ada perjanjian kontrak,” tegas Kang Jimmy.

Kejadian ini sangat bertentangan dengan upaya pemerintah daerah yang telah menjalin kerja sama dengan kejaksaan yang tergabung dalam Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D).

Jaksa sangat tegas, tujuannya untuk melaksanakan penegakkan hukum represif ketika ditemukan bukti permulaan yang cukup, setelah dilakukan koordinasi dengan aparat pengawasan intern pemerintah, tentang telah terjadinya perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan kewenangan dan/atau perbuatan lainnya yang berakibat menimbulkan kerugian bagi keuangan negara, maka TP4D secara tegas harus bertindak.(bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com