AS Stop Bantuan Rp370 Miliar untuk RS Palestina - Sumber Informasi Dunia

AS Stop Bantuan Rp370 Miliar untuk RS Palestina

Share This

BINTANGNEWS.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan bantuan USD25 juta (Rp370 miliar) yang dialokasikan untuk rumah sakit Palestina di Yerusalem Timur dihentikan. Dia minta bantuan itu dialihkan ke tempat lain.
Perintah Trump itu disampaikan seorang pejabat Departemen Luar Negeri pada hari Sabtu.

Pemimpin Amerika itu sejak beberapa bulan lalu menyerukan peninjauan ulang bantuan AS kepada Palestina. Dia ingin memastikan bahwa dana tersebut dibelanjakan sesuai dengan kepentingan nasional dan memberikan nilai kepada pembayar pajak.

"Sebagai hasil dari tinjauan itu, sesuai arah Presiden, kami akan mengalihkan sekitar USD25 juta yang semula direncanakan untuk Jaringan Rumah Sakit Yerusalem Timur," kata pejabat tersebut yang berbicara dalam kondisi anonim, seperti dikutip Reuters, Minggu (9/9/2018).

"Dana itu akan masuk ke proyek prioritas tinggi di tempat lain," lanjut pejabat tersebut.

Pemotongan atau pengalihan bantuan ini adalah yang terbaru dalam sejumlah tindakan oleh pemerintahan Trump yang telah mengasingkan orang-orang Palestina. Tindakan lain yang membuat Palestina marah adalah pengakuan sepihak AS bahwa Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memindahkan Kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Langkah itu membalik kebijakan AS yang lama dan memicu kepemimpinan Palestina untuk memboikot upaya perdamaian Washington yang dipimpin oleh Jared Kushner, penasihat senior sekaligus menantu Trump.

Bulan lalu, administrasi Trump mengatakan akan mengalihkan USD200 juta dana dukungan untuk program ekonomi Palestina di Tepi Barat dan Gaza.

Pada akhir Agustus, administrasi Trump juga menghentikan semua pendanaan ke Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Keputusan itu semakin memperkuat ketegangan Washington dengan Palestina yang dipimpin Presiden Mahmoud Abbas.

Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan, pemotongan bantuan terbaru oleh pemerintah Trump adalah bagian dari upaya AS untuk melikuidasi Palestina. Menurut kementerian tersebut, tindakan AS akan mengancam kehidupan ribuan warga Palestina dan mata pencaharian ribuan karyawan rumah sakit.

"Eskalasi Amerika yang berbahaya dan tidak adil ini telah melintasi semua garis merah dan dianggap sebagai agresi langsung terhadap rakyat Palestina," katanya,” demikian Sindonews.(bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com


Post Bottom Ad

Pages