Kader Demokrat: Koalisi Jokowi-Ma'ruf tidak Beretika Politik - Sumber Informasi Dunia

Kader Demokrat: Koalisi Jokowi-Ma'ruf tidak Beretika Politik

Share This

BINTANGNEWS.com –  Partai Demokrat mulai geram dengan tingkah kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang berniat membajak kadernya untuk menjadi bagian dari tim pemenangan. Demokrat bahkan menyebut koalisi lawan, Jokowi-Ma`ruf tidak memiliki etika dalam berpolitik.
“Kita melihatnya ini tidak ada etika politik, tidak ada (etika) sama sekali,” kata Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean melalui sambungan telepon, Jumat (31/8).

Deddy Mizwar ujar dia yang dikutif Republika.co.id, merupakan kader Demokrat dan juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat. Dia pun mengaku paham, alasan membajak Deddy Mizwar alias Demiz adalah untuk meraup suara masyarakat Jawa Barat agar memilih pasangan Jokowi-Ma`ruf pada pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Hanya saja jelas Ferdinand, caranya sangat tidak elok bila harus membajak kader partai lain untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf. Padahal pasangan Jokowi-Ma`ruf diusung oleh sembilan parpol koalisi.

“Ya, tidak elok lah harus bajak dari partai lain untuk mencari pendukung di sana,” ungkapnya.

Seharusnya sambung dia, Jokowi-Ma`ruf bisa memanfaatkan kader-kader dari sembilan parpol pengusungnya untuk menjadi juru bicara tim pemenangan. Bukan justru berusaha memikat Demiz menjadi bagian dari mereka.

“Kita melihat ada sembilan partai di sana yang mendukung Jokowi-Ma`ruf, apakah mereka tidak punya kader sehebat kader-kader Demokrat makanya harus membajak kader Demokrat? itu pertanyaan kita,” kata Ferdinand.

Ferdinand mengaku sangat menyayangkan langkah pasangan Jokowi-Ma`ruf yang didukung oleh sembilan partai politik namun justru merayu kadernya untuk masuk dan memenangkan mereka. “Kita cukup menyayangkan langkah tim pemenangan Jokowi ini mengajak kader partai lain untuk menjadi pendukung Jokowi-Ma`ruf,” ujar dia.

Ia berharap agar niat bajak membajak tersebut tidak dilanjutkan. Karena menurutnya sangat tidak sehat dalam berdemokrasi dan memberikan contoh politik yang buruk kepada masyarakat. "Tolonglah diajarkan masyarakat kita ini politik beretika dan beradab, jangan seperti tukang bajak gitulah, tidak baik buat demokrasi kita," ucapnya.(bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com

Post Bottom Ad

ad728

Pages