Arab Saudi Dilaporkan Beli Senjata Mata-mata Rp3,8 Triliun dari Israel - Sumber Informasi Dunia

Arab Saudi Dilaporkan Beli Senjata Mata-mata Rp3,8 Triliun dari Israel

Share This

BINTANGNEWS.com –  Israel dilaporkan menjual senjata mata-mata canggih kepada Arab Saudi dengan nilai kesepakatan USD250 juta atau lebih dari Rp3,8 triliun. Kesepakatan itu tercapai dalam pertemuan rahasia kedua pihak.
Laporan transfer teknologi spionase tersebut dirilis media Uni Emirat Arab, Al-Khaleej pada hari Minggu.

Menurut laporan tersebut, beberapa sistem teknologi mata-mata—yang merupakan sistem paling canggih yang pernah dijual Israel ke negara Arab manapun—telah dipindahkan ke Arab Saudi dan mulai digunakan setelah tim teknis Saudi menerima pelatihan dalam mengoperasikannya.

Dilansir Sindonews, laporan eksklusif tersebut juga mengungkapkan bahwa kedua negara saling bertukar informasi militer strategis dalam beberapa pertemuan yang dilakukan di Washington dan London melalui mediator Eropa.

Kerja sama semacam itu bukan yang pertama terjadi antara Israel dan Arab Saudi.

Pada bulan September, Al-Khaleej melaporkan bahwa Arab Saudi telah membeli sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel untuk mempertahankan diri dari serangan rudal Houthi Yaman.

Kesepakatan yang dilaporkan dimediasi oleh Amerika Serikat tersebut termasuk rencana lebih lanjut untuk mencapai kesepakatan tentang kerja sama militer yang luas antara kedua negara.

Israel tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Arab Saudi. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara memiliki kebijakan luar negeri yang sama, yakni menentang Iran yang mereka anggap melakukan ekspansi di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Gadi Eisenkot telah bertemu dengan rekan-rekannya dari beberapa negara Arab, termasuk Kepala Staf Arab Saudi, Jenderal Fayyad bin Hamed Al-Ruwaili, pada pertengahan Oktober dalam forum Washington for the Countering Violent Extremist Organizations Conference untuk para komandan militer.

Pertemuan keduanya dilaporkan secara resmi oleh media Timur Tengah sebagai pertemuan pertama. Namun, menurut Jerusalem Post hari Senin (29/10/2018), pertemuan mereka merupakan yang kedua setelah November tahun lalu.

Pemerintah Israel maupun Saudi sejauh ini belum mengonfirmasi laporan tentang penjualan senjata mata-mata canggih tersebut.***

.(bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com

Post Bottom Ad

Pages