Bank Dunia Bantu Gempa Sulteng, Mencakup Dana untuk 150.000 KK Termiskin - Sumber Informasi Dunia

Bank Dunia Bantu Gempa Sulteng, Mencakup Dana untuk 150.000 KK Termiskin

Share This

BINTANGNEWS.com – Bank Dunia menyiapkan bantuan pendanaan hingga US$1 miliar atau sekitar Rp15 triliun kepada pemerintah Indonesia untuk melengkapi upaya bantuan rekonstruksi di wilayah yang terdampak gempa-tsunami di Kota Palu dan sekitarnya.
"Bantuan ini juga diharapkan memperkuat ketahanan jangka panjang Indonesia terkait pendanaan pasca bencana," demikian keterangan tertulis Bank Dunia yang diterima BBC News Indonesia, Minggu (14/10) siang.

Menanggapi bantuan Bank Dunia ini, pemerintah Indonesia "memberikan apresiasi yang besar", kata Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Pemerintah Indonesia mengapresiasi perhatian dan dukungan masyarakat internasional pada saat kami membutuhkan, termasuk (bantuan) dari Group Bank Dunia," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam siaran pers Kemenkeu yang diterima BBC News, Minggu (14/10) sekitar pukul 14.00 WIB.

"Memulihkan kehidupan dan mata pencaharian masyarakat yang terdampak bencana adalah prioritas utama pemerintah," kata Sri Mulyani dikutif BBC Indonesia.

Menurut Bank Dunia, pendanaan ini tersedia berdasarkan permintaan pemerintah Indonesia, dengan dipandu hibah US$5 juta atau sekitar Rp50 miliar untuk bantuan teknis bagi perencanaan terperinci.

"Untuk memastikan rekonstruksi akan bertahan dengan baik dan diterapkan dengan berbasis masyarakat," demikian keterangan Bank Dunia dalam rilisnya.

Dalam keterangannya, pimpinan Bank Dunia, Kristalina Georgieva mengatakan, dirinya bersama Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, telah mengunjungi Kota Palu, Sulteng.

"Sangat menggugah hati melihat kehancuran dan mendengar kisah-kisah mereka yang terdampak bencana," katanya kepada pers di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF WBG di Bali, Minggu (14/10).

Lebih lanjut Bank Dunia menyatakan, paket bantuan ini dapat mencakup dana transfer tunai untuk 150.000 keluarga termiskin yang terdampak bencana - untuk jangka waktu antara enam bulan hingga setahun.

"Penguatan sistem perlindungan sosial yang ada dirancang untuk mendukung ekonomi dan lapangan kerja lokal selama tahap pemulihan," kata Bank Dunia.

Menurut Bank Dunia, bantuan ini juga diusulkan untuk dapat mencakup program pemulihan darurat baru yang mandiri untuk membiayai pembangunan kembali fasilitas publik dan aset infrastruktur penting.

"Seperti rumah sakit, sekolah, jembatan, jalan raya dan infrastruktur pasokan air bersih," papar Bank Dunia.***


.(bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com

Post Bottom Ad

Pages