Revolusi Bionik Tiba, tak Akan Ada yang Cacat di Masa Depan - Sumber Informasi Dunia

Revolusi Bionik Tiba, tak Akan Ada yang Cacat di Masa Depan

Share This

BINTANGNEWS.com – Pesta olahraga untuk penyandang disabilitas Asia atau disebut Asian Para Games resmi dibuka Sabtu (6/10/2018) dan akan berlangsung sampai 13 Oktober 2018 nanti.
Diikuti oleh 43 negara dengan 17 cabang olahraga mengingatkan kita bahwa orang dengan disabilitas juga bisa berprestasi dan memiliki kemampuan bersaing. Namun, perjuangan mereka tak berhenti sampai Asian Para Games saja.

Mereka juga memiliki lebih banyak tantangan untuk bersaing di dunia nyata, mulai dari pekerjaan, mendapat akses, dan mobilitas. Menghadapi masalah tersebut, banyak ahli percaya bahwa teknologi dapat menyelesaikannya.

Salah satu teknologi untuk membantu penyandang disabilitas telah dibuat oleg Hugh Herr, Profesor biometrik di MIT Media Lab ini mencoba membuat teknologi perintis bernama bionik untuk membantu kaum difabel.

"Ini adalah revolusi bionik, di mana kami mengembangkan teknologi yang cukup canggih untuk meniru fungsi-fungsi penting dalam fisiologis," ujar Hugh Herr dilansir BBC, September 2012.

Pria dengan disabilitas yang juga menjadi ahli teknologi utama iWalk itu sangat yakin pada bionik. Terlebih setelah ia menggunakan teknologi yang dirancangnya sendiri. Hugh Herr, pendiri iWalk yang sekaligus memakai kaki bionik hasil rancangannya.

Dulu, Hugh Herr memiliki tubuh sempurna seperti kebanyakan orang lain. Namun karena ia mengalami radang dingin sangat parah ketika melakukan pendakian pada 1982, kedua kakinya harus diamputasi di bawah lutut.

Sejak ia mengembangkan bionik, dan kini ia mengaku masih dapat menjalani hobinya melakukan pendakian. Bionik didesain sedemikian rupa agar fungsinya sama seperti anggota tubuh manusia normal.

Hal ini mungkin yang membuat bionik menjadi sangat diminati dan tersedia di puluhan pusat layanan kesehatan seluruh AS. Salah satu pengguna iWalk yang bekerja di pabrik mengaku dapat kembali bekerja setelah dua minggu kaki palsunya dipasang.

"Kami dapat membuat banyak orang kembali bekerja dan meringankan beban ekonomi. Orang yang memiliki keterbatasan fisik seperti pincang sering mengalami nyeri punggung dan sendi. Pengguna (bionik) kami telah memangkas obat pereda nyeri itu menjadi setengah sampai tiga perempat, ini jumlah yang sangat besar," ujarnya dikutif Kompas.com.***

.(bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com


Post Bottom Ad

ad728

Pages