'Kasus Bendera' Rizieq Shihab Diperiksa Polisi Arab Saudi - Sumber Informasi Dunia

'Kasus Bendera' Rizieq Shihab Diperiksa Polisi Arab Saudi

Share This

BINTANGNEWS.com – Muhammad Rizieq Shihab "dimintai keterangan" oleh aparat keamanan Arab Saudi di Mekah, kata Kementerian Luar Negeri RI.
Keterangan Kemenlu yang diterima BBC News Indonesia menyebutkan bahwa Rizieq diperiksa berdasarkan laporan warga negara Saudi yang melihat bendera "mirip dengan bendera ISIS" terpasang di depan rumah sang pemimpin Front Pembela Islam (FPI) di Mekah.

"Pejabat Fungsi Kekonsuleran KJRI di Jeddah telah memberikan pendampingan kekonsuleran kepada MRS (Muhammad Rizieq Shihab) sebagaimana yang diberikan kepada semua WNI yang menghadapi masalah hukum di luar negeri," kata keterangan tersebut.

Keterangan dari Kemenlu tidak menyebut soal penahanan Rizieq, yang rumornya sempat tersebar.

Kemenlu mengatakan Rizieq telah diberi izin untuk kembali ke rumahnya di Mekah pada Selasa malam (06/11), sekitar pukul 20:00.

Sebelumnya, diplomat Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi mengecek langsung berita tentang penangkapan Rizieq atas permintaan Kemenlu.

"Belum bisa pastikan karena tak bisa menjawab berandai-andai tanpa bukti yang fixed (pasti)," kata Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel kepada BBC News Indonesia, Selasa (06/11).

"Kami lakukan semuanya untuk memberi pendampingan, para ekspatriat Indonesia, saya menggunakan istilah ini termasuk untuk tenaga kerja Indonesia, di Saudi dalam masalah apapun," tambahnya.

BBC News Indonesia terus berusaha menghubungi Agus dan pejabat lain di Kedubes Indonesia di Arab Saudi untuk mendapatkan informasi terbaru, namun belum mendapatkan jawaban.

Dubes Agus memastikan bahwa Rizieq Shihab yang keluar dari Indonesia sejak April tahun 2017 termasuk warga negara Indonesia "overstayer", yang visanya sudah habis masa berlakunya sejak Juli lalu.

Tetapi ia mengatakan merupakan ranah hukum Saudi untuk mendeportasi warga negara asing yang masa berlaku visanya sudah habis.

Ia mengatakan warga asing yang sudah habis masa berlaku visanya dan dijaring oleh pihak imigrasi Saudi akan segera dibawa ke bandara untuk dideportasi.

Visa Rizieq Shihab di Arab Saudi habis pada tanggal 20 Juni dan "Sejak tanggal itu posisi beliau WNI overstayer yang akan kena denda imigrasi sekitar 15-30.000 real atau per orang sekitar Rp120 juta, kali lima keluarganya... kemudian ada punishment (hukuman) beberapa tahun tak bisa masuk Saudi," tambahnya.

Pemimpin ormas FPI itu tinggal di Arab Saudi setelah menghadapi sejumlah kasus hukum di Indonesia, termasuk kasus dugaan penyebaran konten pornografi.

Sebelumnya pemerintah mempersilakan Rizieq Shihab untuk pulang, apalagi sebagian kasus yang dihadapinya sudah dihentikan, termasuk kasus dugaan penyebaran konten pornografi dan penodaan Pancasila.

Dilansir BBC Indonesia tanggal 23 Oktober lalu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menolak permohonan pra-peradilan yang diajukan Sukmawati Soekarnoputri atas dihentikannya kasus penodaan lambang negara Pancasila dengan tersangka Rizieq Shihab, pendiri FPI.

Dalam persidangan itu, hakim menyatakan keputusan penyidik Polda Jawa Barat menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) sudah sesuai prosedur hukum.

Saat itu, massa dari FPI melakukan unjuk rasa terkait sidang putusan tersebut.***

.(bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com

Post Bottom Ad

Pages