Breaking News

VIDEO: Tradisi Ritual Hajat Bumi, Warisan Nenek Moyang Petani Karawang


KARAWANG, BINTANGNEWS.com – Budaya Babaritan atau hajat bumi, menjadi warisan abadi dari nenek moyang kaum petani Karawang. Ritual upacara syukuran jelang menyambut datangnya musim tanam reundeung sudah menjadi baku bagi para petani Karawang,Jawa Barat, Rabu (14/11/2018).
Ritual hajat bumi babaritan ini yang digelar di perempatan jalan, yang persinggungan dari empat arah jalan, di sebuah kampung atau desa. Dalam ritual ini tiap ibu keluarga mengirimkan makanan atau Tumpeung (Nasi kuning) yang telah dihias dengan lauk-pauk untuk hidangkan dalam upacara sedekah ritual tersebut.

Seperti yang dilakukan warga di jalan simpang tiga Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Tempuran, Karawang, tampak warga sekitar antusias merayakan acara tahunan itu. mereka umumnya Ibu-ibu dan anak-anak masing-masing membawa Nasi Tumpeung dengan dihias lauk-pauk, termasuk memotong Kambing yang kemudian kepalanya ditanam (dikubur) dilokasi tersebut.

berbagai aneka manisan (rujakan), ayam panggang (Bekakak) merupakan syarat sesajin dalam ritual yang ditujukan untuk para leluhur dalam adat Sunda tersebut.

Sang Ustad mengajak para peserta petani untuk berdo’a bersama kepada Tuhan YME agar sawah dan ladang mereka diberkahi, mulai dari proses tanam hingga panen agar dapat hasil yang muncekil.  .

Sebut saja Amil Ujang (65) sesepuh yang dituakan oleh warga setempat, bertindak sebagai pemimpin upacara hajat bumi menyebutkan.” Mipit kudu pamit, ngala kudu menta. Ngeuyeuk Dayeuh ngolah tanah, agar tumbuh subur daunnya lebat berat buahnya, dengan hasil bumi yang muncekil adalah impian para petani.

Panen raya yang ditunggu-tunggu, agar tiba saat, dengan hamparan padi menguning keemasan, maka pesta panenpun digelar karena ini merupakan hari kemenangan bagi kaum petani kota lumbung padi Karawang.  

Setelah do’a bersama selesai, maka ritual diakhiri dengan pembagian makanan untuk para peserta. Secara serentak para peserta pun berebutan makanan yang sudah terkumpul dan dicampur oleh panitia acara. Warga (peserta) berebut makanan yang menurutnya akan membawa berkah, maka, suasanapun menjadi sedikit ricuh, saling dorong pun terutama anak-anak, tidak dapat dihindarkan dengan diselingi gelak tawa bahagia warga.

Seperti itulah gambaran ritual hajat bumi yang dapat terekam di sebuah kampung di Karawang, masyarakatnya yang mayoritas para petani sangat penuh khidmat dalam ritual, hajat bumi.(bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com