Korban Tsunami Selat Sunda Sudah 429 Orang Tewas - Sumber Informasi Dunia

Korban Tsunami Selat Sunda Sudah 429 Orang Tewas

Share This

BINTANGNEWS.com – Ada pula Suwari: rumahnya di desa Air Panas juga hancur. Memang antara rumahnya dan laut hanya terpisah dinding pemecah ombak.

Suwari mengaku terseret gelombang sejauh 20 meter hingga jalan raya.

Suwari, seorang pekerja lepas, mengaku sudah tinggal di rumah itu selama 50 tahun dan tak menyangka akan diterjang tsunami.

"Biasanya paling-paling ada air pasang, rumah terendam. Tapi kali ini beda," kata Suwari.

"Saat kejadian, saya lihat ombak itu sudah dua meter di depan saya. Saya langsung lari keluar lewat pintu dan menarik istri dan anak lewat jendela. Saya peluk mereka, dan gelombang kedua menyeret kami," kata Sumari.

Kini jendela dan pintu rumah itu sudah hanyut entah ke mana. Sementara sisa-sisa dindingnya bergeletakan.

Selasa (25/12) pagi itu, Nursanah, 54, warga Desa Waymuli Timur, baru kembali ke rumah mereka yang hancur di pesisir pantai. Ia datang bersama suami, anak, menantu dan dua cucunya.

Mereka keluar setelah tidak ada lagi yang bisa dimakan di dalam hutan tempat mereka mengungsi.

"Hanya pakaian yang melekat di badan yang kami bawa, sesekali ada yang mengantarkan makanan ke atas, namun tidak cukup untuk kami," kata Nursanah kepada BBC Indonesia.

Nursanah dan seorang anaknya.Image caption: Nursanah dan seorang anaknya.
Jarak rumah mereka dari pantai hanya 10 meter. Saat tsunami menerjang merubuhkan rumah, nyawa mereka selamat setelah berhasil lari sekuat tenaga menuju gunung Rajabasa

Di sana mereka membangun tenda sementara di tengah hutan bersama puluhan orang lainnya.

Desa Waymuli yanag hancur, dengan latar gunung Rajabasa, tempat warga mengungsi.Image caption: Desa Waymuli yanag hancur, dengan latar gunung Rajabasa, tempat warga mengungsi.

Muka Nursanah masih terlihat memar akibat hantaman puing bangunan.

"Sempat juga kesetrum karena aliran listrik masih waktu air bah datang,"kata Nursanah.

Dilansir BBC Indonesia, tidak jauh dari tempat Nursanah berdiri, rombongan pejabat pusat dan daerah yang berkunjung ke dapur umum yang memasak 2000 porsi makanan setiap hari sejak Senin (24/12).

Kendati lebih tenang, namun keluarga Nursanah akan tetap kembali ke pengungsian di da;lam hutan sore hari ini.

"Kami masih trauma, apalagi dengar gemuruh (gunung Anak) Krakatau setiap malam semenjak tsunami," tambah Nursanah.

Hampir 20 km seluruh kawasan pesisir Kecamatan Kalianda, mulai dari Desa Air Panas sampai Desa Waymuli menjadi korban hantaman tsunami.

Setidaknya 400 rumah rusak parah.

Bantuan kebutuhan darurat baru lancar didistribusikan pada Selasa (25/12) sesudah sejumlah mesin eskavator bisa memindahkan puing-puing bangunan yang memenuhi jalanan.***
.(bin)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com

Post Bottom Ad

Pages