Breaking News

HUT Hamas dengan Parade Rudal Baru di Gaza


BINTANGNEWS.com – Media PressTV berbahasa Inggris melaporkan,” Puluhan ribu warga Palestina telah menghadiri demonstrasi besar di Jalur Gaza yang terkepung untuk menandai peringatan ke-31 pembentukan gerakan perlawanan Hamas. 
Hamas was founded in 1987 as soon as the first Palestinian Intifada or rebellion erupted against Israeli occupation. The movement has governed Gaza since 2007 when it scored a surprise victory in parliament.

Pada hari Sabtu, Hamas menandai ulang tahun yayasannya dengan parade militer yang menampilkan perangkat keras pertahanan baru gerakan perlawanan Palestina.

Anggota-anggota gerakan militer kelompok itu, Brigade Izzddin al-Qassam, memamerkan berbagai kendaraan dan senjata militer.

Upacara itu diadakan di kota selatan Khan Yunis di Jalur Gaza yang diperintah oleh gerakan tersebut.

Unit-unit khusus gerakan itu menggelar mars-lampau di mana sistem pertahanan rudal yang dipasangi truk didorong melalui jalan-jalan.

Gerakan ini juga menghormati para pejuangnya yang keluar dan menetralkan infiltrasi Israel di dekat Khan Yunis bulan lalu.

Pasukan khusus Israel menyamar masuk ke wilayah itu dalam mobil sipil dekat Khan Yunis, melepaskan tembakan dan membunuh komandan lokal Noor Baraka ketika mereka ditemukan.

Hamas marks a birthday with a parade of new missiles

The unit was pursued by Hamas fighters who killed a ranking Israeli officer. Israel then launched dozens of air strikes in Gaza, which provoked retaliation for Hamas. During two turbulent days, more than 500 rockets were fired at Israel, forcing Tel Aviv to accept a hasty statement of ceasefire.

Upacara Sabtu juga bertepatan dengan hari peringatan Intifada Palestina pertama, yang pecah pada tahun 1987 setelah empat pemuda Palestina dibunuh oleh tentara Israel di pos pemeriksaan di Gaza serta kematian penembakan seorang anak laki-laki berusia 17 tahun selama seorang yang tidak bersenjata. protes.

An Arabic word that literally translates to "vibrate", the Intifada has been used to refer to the legitimate means of resistance against oppression in the Middle East for decades. In the Arab-Israeli conflict, that meant a joint Palestinian effort to renounce Israeli occupation and gain independence.***

Continue  to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com

Editing: T.Bintang
Presstv.com