Tsunami Selat Sunda, 222 Orang Tewas, 843 Luka, 28 Hilang - Sumber Informasi Dunia

Tsunami Selat Sunda, 222 Orang Tewas, 843 Luka, 28 Hilang

Share This

BINTANGNEWS.com – Masyarakat diminta waspada, jangan menjadi 'korban hoaks' Kementerian Kominfo mengatakan telah beredar SMS atau pesan pendek yang menyampaikan "agar warga Indonesia berjaga-jaga mulai tanggal 21 sampai akhir bulan Desember 2018 karena akan terjadi bencana". Dalam pesannya, pengirim mengakui pesan itu disampaikan anggota BMKG.
Juru bicara Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, mengatakan bahwa ini adalah pesan yang tidak benar. "Hal tersebut langsung dibantah BMKG dengan menyatakan pesan tersebut adalah hoaks," katanya.

Melalui Twitter resmi, BMKG menyebutkan pesan tersebut dikirimkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Tsunami kali ini agak unik, bahkan langka, kata juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Ahli tsunami dari Aceh sependapat dengan pandangan tersebut.

"Karena, berbeda dengan sebagian besar tsunami lain di Indonesia, kasus Selat Sunda ini tidak didahului atau disebabkan gempa," kata Syamsidik, ahli tsunami dari Universitas Syiah Kuala, Aceh.

Itu sebabnya, muncul kesimpang-siuran pada awalnya.

Menurut Syamsidik, penyebab tsunami Selat Sunda ini masih menjadi bahan analisis di kalangan ahli tsunami.

"Apakah karena aliran lahar dari Gunung Anak Krakatau, atau karena runtuhnya dasar laut."

"Atau aliran massa dari lahar gunung Anak Krakatau itu volumenya cukup besar sehingga mengakibatkan gelombang tsunami.'

Sistem deteksi dini tsunami Indonesia, menurutnya, tidak berkembang sejak 2012, dan juga lebih berfokus pada yang disebabkan gempa.

Deteksi dini untuk longsor yang terjadi di laut ini sangat mahal: harus memasang jaringan deteksi kabel bawah laut, padahal laut Indonesia begitu luas.

Betapa pun yang dilansir BBC Indonesia menurutnya, bisa juga Indonesia mengambil prioritas untuk memasang detektor dengan jaringan kabel ini di lokasi tertentu.

"Yang pertama, di kawasan Selat Sunda ini. Lalu di laut sekitar Padang hingga Mentawai. Serta di laut yang memiliki teluk yang dalam, seperti di Palu."

Ia mengingatkan, gempa di Palu beberapa waktu lalu, tak akan mengakibatkan tsunami sedahsyat itu, jika tak diikuti oleh longsor laut, akibat rubuhnya tebing laut di sana.

Puing-puing berserakan di tepi jalan

Tsunami menghancurkan bangunan rumah dan warung di sepanjang jalan di Anyer. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, selain 222 jiwa dipastikan tewas, 843 hilang dan 28 hilang, setidaknya 556 unit rumah rusak, sembilan hotel rusak berat, serta 60 warung hancur diterjang tsunami pada Sabtu (22/12) malam.(bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com

Post Bottom Ad

Pages