Breaking News

Peringatan KPA Karawang, HIV dan Aids Awal 2019 akan Meningkat


KARAWANG, BINTANGNEWS.com – Peringatan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Karawang awal tahun 2019, penyakit HIV dan Aids akan meningkat. Mulai dari bulan januari hasil laporan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan UPTD Kesehatan bagian Voluntary Counselling and Testing (VCT) atau konseling dan tes HIV sukarela (KTS) Karawang mencapai sebanyak 34 orang yang positif.
"Homo seksual di Karawang lagi marak, sementara yang insap atau tobat, hanya tobat sambel," ujar bagian program KPA Karawang Yana Aryana, senin (11/2).

Kata Yana, data tersebut yang diperoleh KPA Karawang di dapatkan dari data puskesmas dan RS yang melakukan pemeriksaan dari hasil leb VCT.

Banyaknya yang melakukan sex beresiko ahirnya tanpa disadari seseorang yang terkena penyakit yang dapat mematikan tersebut.

"Karena banyak yang melakukan sex beresiko yang gunta ganti pasangan sex. Kalau sudah ada keluhan pasti periksa.  Kalau belum atau gak ada keluhan gak bakalan periksa awalnya bisa dari flu dan batuk-batuk," katanya.

Lanjut Yana, biasanya dari data yang masuk paling banyak dari luar Karawang seperti Purwakarta atau bekasi yang melakukan pemeriksaan di Karawang.

"Pada kesini dari Bekasi Purwakarta kesini bahkan ada dari Jawa Tengah juga datang ke sini. Dari jawa banyaknya karyawan pabrik," katanya.

Pencegahan sendiri lanjut Yana, sudah berupaya menyebarkan infomasi tentang HIV sampai masyarakat paling bawah.

"Tahun kemarin ada HIV yang terkena dari (PNS dan polisi (rubah). Dari instansi pemerintahan dan instnasi pertikal, Januari belum ada banyak ya karyawan, tahun sebelumnya sempat ada temuan kasus saat ini kalau dirata rata satu hari satu orang kena HIV," katanya.

KPA Karawang lainnya, Awan Gunawan menyampaikan, Karawang belum punya perda tentang penanggulanganan HIV.

"Dulu ada usulan tapi tereliminasi. Tahun kemarin," katanya.

Elemen masyarakat lanjut Awan, bisa bergerak untuk melaksanakan kegitan pencegahan jika ada perda.

"Kalau ada perda baik dari bantuan pasti ada, jadi tidak harus di tanggungkan ke kpa.

Anggaran ada dari pemda tahun ini 800 juta dengan penggunanan meliputi kegitan ke masyrakatan. Bimtek kepada kades, guru, camat dan lain lain untuk melakukan pencegahan. Dan penyebaran infomasi penyuluhan Bimtek terhadap pemangku kepentingan dengan harapan kegitan bisa disampaikan kembali ke warga," katanya.(bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com