Apa Saja Program Unggulan Kedua Para Kandidat?, dari Cappres 2019 - Sumber Informasi Dunia

Apa Saja Program Unggulan Kedua Para Kandidat?, dari Cappres 2019

Share This

BINTANGNEWS.com – Pada pemilihan presiden 2019, kandidat petahana Joko Widodo kembali menghadapi lawannya di pemilu 2014, Prabowo Subianto.
Kali ini Joko Widodo (Jokowi) menggaet ulama NU dan mantan ketua MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres. Sementara pengusaha dan mantan wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menjadi cawapres Prabowo Subianto.

Sebagai kandidat petahana, Jokowi-Ma'ruf berjanji meneruskan pembangunan infrastruktur yang menjadi program andalannya, serta memperluas program bantuan sosial dengan menambah tiga 'kartu sakti'.

Sementara itu yang dikutif BBC Indonesia Prabowo-Sandiaga berfokus pada ekonomi, dengan menjanjikan swasembada pangan dan energi.

Berikut daftar program yang diusung para kandidat, diambil dari dokumen visi kedua pasangan capres-cawapres dan apa yang mereka sampaikan dalam debat.

Daftar ini akan terus diperbarui.

Lihat manifesto kedua pasangan calon di konten interaktif berikut.


Ekonomi dan Infrastruktur


Membangun infrastruktur yang tepat guna untuk menopang industri
Memperbaiki tata kelola utang pemerintah dengan menggunakannya hanya untuk sektor-sektor produktif
Memberikan bantuan dan insentif untuk membuka usaha melalui "OK OCE" (One Kabupaten/Kota One Center of Entrepreneurship), yang merupakan pusat kewirausahaan di tingkat kabupaten untuk memperkuat produk-produk UMKM.

Melakukan sejumlah langkah reformasi pajak, antara lain membebaskan pajak untuk UMKM yang baru berdiri selama dua tahun, menaikkan batas Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) dan menurunkan tarif Pph 21 (pajak penghasilan)

Memfasilitasi pengembangan unicorn (perusahaan perintis dengan valuasi di atas US$1 miliar atau sekitar Rp 13 triliun) di Indonesia dengan menerapkan regulasi longgar, termasuk yang terkait pajak.

Hak Asasi Manusia

Menjamin kemerdekaan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat di muka umum
Menghentikan ancaman persekusi terhadap individu, organisasi, dan kelompok masyarakat terlepas dari latar belakangnya.

Menjamin kebebasan para seniman serta pelaku budaya untuk berkarya, menyampaikan pendapat, dan berkreasi di muka umum
Menjamin tidak ada diskriminasi berdasarkan suku, agama, dan etnis di antara pejabat pemerintahannya.

Hukum dan Pemberantasan Korupsi

Memperkuat KPK, kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman
Menjamin tidak ada intervensi dan politisasi penegakan hukum dan pemberantasan korupsi
Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan negara.

Merevisi Inpres no. 1 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional di mana jaksa agung dan kapolri harus mendahulukan proses administrasi pemerintahan sebelum menyidik laporan masyarakat yang menyangkut penyalahgunaan wewenang dan detail lainnya yang "justru berpotensi melindungi koruptor".

Memberikan prioritas pemberantasan korupsi pada sektor yang punya korelasi dengan peningkatan hajat hidup orang banyak dan perlindungan sumber daya publik.

Menaikkan gaji para penegak hukum seperti hakim, jaksa, dan polisi serta petugas pemerintahan di daerah terpencil.

Menyelaraskan undang-undang dari pemerintah pusat dengan peraturan daerah, sehingga tidak "bertabrakan"

Meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga agar mengurangi dorongan untuk menekuni ajaran radikal.

Energi dan Pangan

Menjaga stabilitas harga pangan dengan memperkuat peran Bulog
Menghentikan impor pangan, terutama di saat panen
Merevitalisasi jutaan hektare lahan yang rusak menjadi lahan produktif bagi produksi pangan.

Membangun bank tani dan bank nelayan
Mewujudkan swasembada energi dengan memanfaatkan semua sumber energi terbarukan, termasuk kelapa sawit.

Merevitalisasi sebagian dari 10 juta hektare hutan rusak menjadi lahan untuk aren, ubi kayu, ubi jalar, sagu, sorgum, kelapa, dan bahan baku bioetanol lainnya dengan sistem tumpang sari

Mendirikan kilang minyak bumi, pabrik etanol, serta infrstruktur terminal penerima gas dan jaringan transmisi/distribusi gas baik oleh BUMN atau swasta.

Memperluas konversi BBM kepada gas dan listrik untuk kendaraan bermotor
Meningkatkan porsi energi baru dan terbarukan dalam bauran listrik PLN.

Lingkungan

Memisahkan Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup
Mencegah dan menindak tegas pelaku pencemaran, perusakan lingkungan, dan pembakaran hutan.

Menindak tegas praktik pertambangan yang merusak lingkungan dan mendorong upaya pemulihan lingkungan terdegradasi untuk mengembalikan fungsi ekologis lahan produktif

Menghukum seberat-beratnya pemilik perusahaan yang terlibat dalam pembalakan liar, kebakaran hutan, dan pembunuhan hewan langka yang dilindungi.

Menghentikan semua kebijakan reklamasi yang tidak sesuai dengan tata aturan, merusak lingkungan, serta kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat.

Mengkampanyekan budaya ramah lingkungan, seperti mengganti kantong plastik dengan bahan yang ramah lingkungan serta bisa didaur ulang.

Meningkatkan anggaran untuk memperkuat riset dan kompetensi peneliti di bidang pelestarian satwa/tumbuhan liar langka dan terancam punah.

Ketenagakerjaan

Mengurangi jumlah pengangguran di usia muda sebanyak 2 juta orang dalam lima tahun
Membangun "Rumah Siap Kerja" yang dilengkapi berbagai fasilitas pencarian lapangan kerja serta pelatihan yang sesuai dengan minat dan bakat serta keadaan pasar. Rumah Siap Kerja akan hadir sampai di tingkat desa

Mewajibkan setiap tenaga kerja asing (TKA) bisa berbahasa Indonesia
Mencabut PP Nomor 78 Tahun 2016 (yang mengatur upah buruh) dan menambah jenis barang dan jasa kebutuhan hidup layak, sebagai dasar penetapan upah minimum untuk meningkatkan daya beli buruh
Memperbaiki sistem outsourcing.

Kesehatan
Menyelesaikan akar permasalahan BPJS dalam 200 hari dengan menggandeng pakar-pakar aktuaria untuk melakukan "perhitungan-perhitungan"
Menggalakkan "gerakan 22 menit berolahraga" sebagai program pencegahan penyakit.

Pendidikan

Menghapus Ujian Nasional, menggantinya dengan penerusan minat dan bakat
Mengalokasikan 2 persen APBN untuk riset, dan menyinergikan dunia akademik dengan dunia usaha.***




.(bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com

Post Bottom Ad

Pages