Breaking News

Iran: akan Beri "Pelajaran yang tak Terlupakan Bagi Musuh."


BINTANGNEWS.com – Media PressTV berbahasa Inggris melaporkan,” Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran telah memperingatkan bahwa mereka akan dengan tegas membalas daftar hitam pasukan elit Amerika Serikat dan mengajari musuh-musuh Republik Islam itu sebuah "pelajaran yang tak terlupakan."
Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, IRGC mengatakan langkah Washington "ilegal, tidak biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya" menunjukkan "dendam dan kemarahan" AS yang dalam terhadap IRGC.

Presiden AS Donald Trump pada hari Senin merilis pernyataan, menunjuk IRGC sebagai "Organisasi Teroris Asing (FTO) di bawah Bagian 219 dari Undang-Undang Keimigrasian dan Kebangsaan."

IRGC's statement said the blacklist of US forces was the latest in a series of White House failures in the Middle East, and added that the US decision made the IRGC more determined to improve its defense and offensive capabilities.

"This unprecedented step will make IRGC more determined to accelerate the promotion of the system and its defense and offensive capabilities and the strength of its regional growth," he added.

Dikatakan akan menggunakan pendekatan tit-for-tat yang kuat terhadap musuh untuk mempertahankan prestasi Revolusi Islam dan menjaga keamanan nasional di bawah pengawasan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.

Daftar Hitam IRGC AS Membuktikan Kekuatan Iran

Sementara itu, Jenderal Hassan Firouzabadi, penasihat militer senior untuk Ayatollah Khamenei, mengatakan pada hari Rabu bahwa langkah AS untuk memasukkan daftar hitam IRGC sebagai kelompok teroris membuktikan ketidakberdayaan Washington dalam menghadapi negara Iran.

"Langkah AS melawan IRGC adalah deklarasi ketidakberdayaan mereka dalam menghadapi kekuatan dan perlawanan negara Iran," kata Firouzabadi kepada IRNA.

Asked about the possibility of Iran's move towards blacklisting, the commander said, "Time will determine our reciprocal steps. We have not mentioned all American terrorist forces. This issue was raised at the Supreme National Security Council and we appointed US Central Command in the region, known as CENTCOM, terrorist. This action against CENTCOM is a tit-for-tat action against IRGC [blacklist]. "***

Continue  to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com

Editing: T.Bintang
Source:  Presstv.com