Breaking News

Iran Siap Tembak Jatuh Pesawat tak Berawak AS Diwilayah Udaranya


BINTANGNEWS.com – Media PressTV berbahasa Inggris melaporkan,” Seorang Komandan senior Islamic Revolution Guards Corpse (IRGC) mengatakan,” Intrusi pesawat tak berawak AS ke wilayah udara Iran bisa dilakukan oleh "jenderal" atau "beberapa operator".
The IRGC shot down a US surveillance drone Thursday in the Strait of Hormuz after it did not heed four warning signals, even as the force spared a second spy plane carrying 35 passengers which accompanied the downed aircraft.

"Mungkin saja pelanggaran yang dilakukan Amerika telah dilakukan oleh seorang jenderal atau beberapa operator," kata kepala divisi kedirgantaraan IRGC, Amirali Hajizadeh, Sabtu.

"Kami tidak mengetahui masalah ini, tetapi ini merupakan pelanggaran terhadap peraturan penerbangan internasional oleh pesawat mata-mata yang menghadapi respons alami kami," katanya kepada kantor berita negara IRNA.

"Tanggapan kami terhadap invasi ruang Iran adalah seperti itu, dan jika kami agresi diulang, respons kami juga akan diulang," ujar Jenderal Hajizadeh.

Sementara itu Presiden AS Donald Trump awalnya mengeluarkan serangkaian ancaman bencana, bersikeras bahwa RQ-4 Global Hawk terbang di atas perairan internasional ketika dijatuhkan oleh rudal Iran.

Namun, koordinat GPS yang dikeluarkan oleh Iran menempatkan drone itu delapan mil dari pantai negara itu, di dalam 12 mil laut dari pantai, yang merupakan perairan teritorial Iran.

Pada hari Jumat, Trump mengklaim ia membatalkan serangan militer terhadap Iran karena itu dapat menewaskan 150 orang, tetapi banyak analis percaya bahwa pengumuman itu adalah langkah menyelamatkan muka berhadapan dengan Teheran yang ditentukan.

"Sulit untuk percaya itu disengaja, jika Anda ingin tahu kebenaran," kata Trump, menambahkan itu bisa dilakukan oleh seseorang yang bertindak "longgar dan bodoh," dan meminimalkan insiden itu sebagai "kerutan baru .. "Lalat baru di salep."

Jenderal Hajizadeh mengatakan, "Kami, di Angkatan Bersenjata, dan bangsa Iran yang Islami tidak menyambut perang, tetapi kami siap untuk bertindak keras untuk mempertahankan negara."

"Tindakan Amerika bertentangan dengan aturan praktik internasional, dan kami juga bertindak berdasarkan kewajiban hukum kami," tambahnya.

Iran mengatakan IRGC menembak jatuh pesawat tak berawak AS dengan sistem pertahanan rudal Khordad 3, yang dapat mendeteksi dan melacak target 95 mil jauhnya dan menurunkan mereka pada jarak 30 mil. Sistem ini dapat menargetkan pesawat musuh yang terbang setinggi 81.000 kaki, atau sekitar 15 mil.

On Friday, the IRGC showed retrieved sections of the US military drone. General Hajizadeh said Iran did not need to reverse-engineer the aircraft.

"We have a collection of American drones, and this is another evidence of the American air incursion into Iran's sky, which shows that they [US] do not want to pay attention to international regulations."

Hajizadeh said Iran is self-sufficient in manufacturing the defense equipment it needs.

"Nobody provides us with any defense equipment, including missiles and defense systems. Hence, we provide all the equipment we need self-sufficiently," he said.

"For example, the advanced American spy aircraft, which recently violated the territorial space of Iran, was targeted by an all-Iranian system," he added.
.
'AS dan Sekutinya Sudah Berani Main Api'

Jenderal Iran lainnya memperingatkan Amerika Serikat bahwa segala agresi terhadap Republik Islam akan memiliki konsekuensi serius bagi kepentingan AS di Timur Tengah.

"Menembakkan satu peluru ke Iran akan membakar kepentingan Amerika dan sekutunya," kata juru bicara Staf Umum Angkatan Bersenjata Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi.

"Today, the situation in the region is to Iran's advantage.

"If the enemy -- especially America and its allies in the region -- make the military mistake of shooting the powder keg on which America's interests lie, the region will be set on fire," Shekarchi warned.***


follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com

Editing: T.Bintang
Source:  Presstv