Breaking News

Indonesia Menyita 210 Ton Sampah Australia, akan Dikirim Kembali


BINTANGNEWS.com – Media PressTV berbahasa Inggris melaporkan,” Indonesia mengatakan pada hari Selasa (9 Juli) bahwa mereka berencana untuk mengirim kembali 210 ton sampah ke Australia, dalam upaya terbaru untuk mendorong kembali limbah yang diimpor dari negara-negara Barat.
Delapan kontainer yang disita di pelabuhan Tanjung Perak di kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya, berisi botol plastik, popok bayi bekas, dan produk elektronik, kata Bea Cukai Provinsi Jawa Timur dalam siaran pers.

Kepala bea cukai pelabuhan mengatakan kepada Reuters bahwa tiga perusahaan terlibat dalam pengiriman dan bertanggung jawab untuk mengekspor kembali setelah penyelidikan.

Ini adalah kedua kalinya dalam waktu kurang dari sebulan bahwa Indonesia mengekspor kembali limbah yang terkontaminasi. Bulan lalu, Indonesia mengirim konsinyasi limbah kertas Kanada kembali dari pelabuhan yang sama.

Indonesia dan negara-negara tetangganya di Asia Tenggara, Malaysia dan Filipina telah mengirim kembali sampah di tengah lonjakan impor dari negara-negara Barat setelah China melarang impor, mengganggu aliran global jutaan ton limbah setiap tahun.

Indonesia seizes 210 tons of Australian trash, plans to send it back

Indonesia said on Tuesday (July 9) that it was planning to send back 210 tons of trash to Australia, in its latest attempt to push back waste imported from Western countries.

The eight containers seized at Tanjung Perak port in Indonesia's second-largest city, Surabaya, contain plastic bottles, used baby diapers, and electronic products, East Java Province Customs said in a press release.

Chief of the port's customs told Reuters three companies were involved in the shipment and were responsible to re-export after an investigation.

This is the second time in less than a month that Indonesia re-exported contaminated waste. Last month, Indonesia sent a consignment of Canadian paper waste back from the same port.

Indonesia and its neighboring Southeast Asian countries Malaysia and the Philippines have been sending back trash amid a spike in imports from Western countries after China banned imports, disrupting the global flow of millions of tons of waste each year.***

Continue  to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com


Editing: T.Bintang
Source:  Presstv.com