Breaking News

Iran Pamerkan Keberhasilan Drone Inggris dan Amerika yang Ditembak Jatuh


BINTANGNEWS.com – Media PressTV berbahasa Inggris melaporkan,” Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) telah menampilkan sejumlah drone Amerika dan Inggris yang ditangkap karena melanggar wilayah udara Iran.
Dalam sebuah pameran di Teheran pada hari Sabtu, IRGC memamerkan kendaraan udara tak berawak Inggris, bernama Phoenix, disita oleh Divisi Aerospace-nya.

Phoenix adalah drone pengawasan tempur semua cuaca, siang atau malam, real-time. UAV twin-boom menyediakan pengawasan melalui pod pengawasannya, dari mana citra adalah data yang terhubung ke stasiun kontrol darat (GCS) yang juga mengendalikan pesawat yang sedang terbang. Ini juga memiliki waktu penerbangan maksimum sekitar lima jam.

IRGC displays British, American drones seized over Iran's territory

The drone, powered by a 20 kW (26 hp) piston engine, had a maximum speed of 166 km/h and a wingspan of 5.6 meters.

The IRGC also displayed the Aerosonde HQ vertical take-off and landing drone belonging to the US Army used for multi-intelligence payloads such as electronic warfare and communications relay in a single flight.

Aerosonde has been designed for expeditionary land- and sea-based operations and equipped for simultaneous day/night full-motion video. It is field-proven with more than 300,000 flight hours, including desert heat and Arctic cold.

It is equipped with an easy-to-use launch and recovery trailer for constrained land and shipboard operations.

Desert Hawk adalah drone Amerika lainnya yang ditampilkan di pameran. Ia memiliki panjang 0,86 meter dengan berat 3,2 kg. Ia memiliki daya tahan sekitar satu jam dengan motor listrik mengendarai baling-baling pendorong yang tenang.

Pada bulan Juni, Iran menembak jatuh pesawat mata-mata Amerika yang mengganggu di provinsi selatan pantai Hormozgan.

IRGC mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pesawat tak berawak Global Hawk buatan AS dijatuhkan oleh Angkatan Udara di dekat wilayah Kouhe Mobarak yang duduk di distrik pusat Kabupaten Jask setelah pesawat itu melanggar wilayah udara Iran.

Back in 2015, Iran also downed a US RQ-170 Sentinel stealth aircraft with minimal damage. The drone was flying over the Iranian city of Kashmar, near the Afghan border, when it was brought down.

Known to be able to hack into enemy drones, Iran currently possesses the biggest collection of captured or downed American and Israeli drones, including the US' MQ1, MQ9, Shadow, ScanEagle, and RQ-170 as well as the Israeli regime's Hermes.***


Continue  to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com

Editing: T.Bintang
Source:  Presstv.com