Breaking News

Iran tak akan Biarkan Negaranya Jadi Medan Perang, Tapi Agresor Harus Hancurkan


BINTANGNEWS.com – Media PressTV berbahasa Inggris melaporkan,” Kepala komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengatakan Iran tidak akan membiarkan perang di negaranya, menambahkan bahwa mereka akan mengejar dan menghancurkan setiap penyerang yang melakukan serangan terbatas bahkan pada negara itu.
Mayor Jenderal, Hossein Salami mengeluarkan peringatan keras di sebuah paparan publik yang disebut "Berburu Burung Huru" di mana sisa-sisa drone jatuh di Iran dan sistem pertahanan udara Iran yang menembak jatuh sebuah drone militer AS pada bulan Juni ditampilkan.


Iran won't let war on its soil, will destroy any aggressor: IRGC chief

"We will hit anyone who violates our borders" and will take responsibility for it, he said, adding Iran has only demonstrated part of its military capability.

The exposition is part of annual events commemorating the start of the 1980-88 imposed war with Iraq, which also includes air and naval displays in the Persian Gulf and military parades on Sunday.

Salami stressed that the Islamic Republic is not worried about the repetition of the enemy's strategic mistakes and is ready to face "any scenarios."

Peringatannya tersebut setelah retorika keras Presiden AS Donald Trump memperingatkan Washington "dikunci dan dimuat" termasuk Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menyebutkan, serangan terhadap fasilitas minyak Saudi "sebuah tindakan perang" yang ia menyalahkan Iran.

"Musuh kadang-kadang berbicara tentang opsi militer, tetapi sejak insiden Tabas 40 tahun, ketika pasukan Delta AS dibakar menjadi abu, kita adalah orang yang berbicara," kata Salami, merujuk pada April 1980 yang gagal operasi militer AS di Tabas pusat Gurun Ian.

“Siapa pun yang ingin tanah mereka menjadi medan utama perang, silakan saja. Kami tidak akan pernah membiarkan perang merambah di wilayah kami, "kata Salami.

"Hati-hati, agresi terbatas tidak akan tetap terbatas. Kami akan mengejar agresor sampai mereka dikalahkan dan dihancurkan. Kami tidak akan meninggalkan tempat yang aman bagi penjajah," tambah Salami.

Iran has rejected any involvement in the attacks, which were claimed by Yemen's Houthi Ansarullah movement. The group has been defending the impoverished country against the Saudi-led invasion over the past four and a half years.

General Amirali Hajizadeh, who heads the IRGC's aerospace branch, said any attacks on Iran would receive "a crushing response".***


Continue  to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com

Editing: T.Bintang
Source:  Presstv.com