Breaking News

IWO Karawang Kecam Kekerasan Oknum Aparat Terhadap Jurnalis

KARAWANG, BINTANGNEWS.com - Mungkin tidak berlebihan jika nasib sial ini dialamatkan kepada Insan Pers yang sampai saat nasibnya masih belum beruntung.

Propesi Wartawan yang tugas pokoknya lebih kepada sebagai sosial kontrol, namun kemerdekaan dalam tugasnya secara pisik kini nyaris semakin kerap terancam. 

Kekerasan demi kekerasan dari oknum aparat disaat-saat tertentu di lapangan hapir selalu menghantui tugas Wartawan.

Lagi-lagi kali ini giliran nasib sial Wartawan yang sedang meliput demo mahasiswa baik di DPR RI, maupun di berbagai daerah, pada tanggal 24 September 2019, Wartawan kembali mendapat perlakuan kekerasan dari oknum aparat Polri.

Dengan demikian, kami atas nama Pengurus Ikatan Wartawan Online (IWO) Karawang, mengecam aksi kekerasan yang dilakukan oknum aparat tersebut. 

Untuk itu, sebagai bentuk protes kami dari pengurus dan Wartawan yang tergabung dalam organisasi IWO Karawang, akan menggelar aksi damai pada hari Senin 30 September 2019, lokasi di Taman I LOVE Karawang, Jam 13'00 sampai selesai.

Estimasi massa sekitar 40 orang, bersama Koordinator Yusri Amarahman, Penanggung Jawab, Ketua IWO Karawang, Ega Nugraha.

Bagi teman-teman yang mau ikut, sebelum aksi dimulai diharapkan agar berkumpul dulu di Media Center, di Stadion Singaperbangsa, Karawang.

Adapun Alat Peraga, seperti Pengeras Suara, Spanduk, Selebaran yang meliputi kegiatan aksi, Orasi, teatrikal, dan secara simbolik, akan dilakukan penyerahan bunga kepada anggota Polwan Polres Karawang,  yang sengaja kami undang dalam aksi tersebut.

Jika menyitir pada kehidupan berbangsa dan bernegara, keberadaan Pers adalah merupakan filar keempat, setelah  eksekutif, legislatif, yudikatif dan, Pers di dalamnya.

Namun tindakan kekerasan dan intimidasi terhadap jurnalis, tampak masih terus terjadi. 

Kini giliran Wartawan yang sedang meliput aksi demo mahasiswa di Jakarta, yang tidak luput dari tindak kekerasan, bahkan oknum aparat ada yang berani  menghapus rekaman kamera milik para wartawan dari hasil liputannya.

Tindakan kekerasan yang terjadi terhadap Jurnalis diantaranya  di Jakarta, di Makassar, Palu, dan kota lain di Indonesia. 

Dengan demikian, kami Wartawan yang tergabung dalam organisasi IWO Karawang, meminta agar Kapolri mengusut tuntas kasus ini, karena tindak kekerasan dan intimidasi terhadap Wartawan adalah, bentuk tindak pidana.

Karena, tugas Jurnalis di lapangan dilindungi Undang-undang, Pers No 40 Tahun 1999. Terutama dalam Pasal 4 ayat (3), yang memiliki hak untuk mencari, menerima, mengelola, dan menyampaikan informasi kepada rakyat.

Dan secara tegas UU Pers No 40 Tahun 1999, disebutkan, setiap orang yang secara sengaja menghalangi tugas pers, dipidana penjara paling lama 2 tahun, atau denda sebanyak Rp 500 juta.

Informasi lebih lanjut, kontak person HP: 082219896969 (Ega/Ketua IWO Karawang).

(bin)