Breaking News

Pentagon: Kekuatan Rudal Iran ‘Terbesar di Timur Tengah


BINTANGNEWS.com – Media Presstv.com berbahasa Inggris melaporkan,” Sebuah studi penelitian yang dilakukan oleh Departemen Pertahanan AS memuji prestasi Iran dalam program rudal balistiknya meskipun ada beberapa dekade sanksi yang diberlakukan Washington, mengatakan arsenalnya lebih besar daripada yang dimiliki negara-negara Timur Tengah lainnya.
"Iran memiliki program pengembangan rudal yang luas, dan ukuran dan kecanggihan pasukan misilnya terus tumbuh meskipun puluhan tahun upaya kontra proliferasi ditujukan untuk mengekang kemajuannya," kata studi Pentagon.

Iran memiliki "kekuatan rudal terbesar di Timur Tengah," tambah laporan itu.

Berbicara dengan syarat anonim, seorang pejabat intelijen AS mengatakan bahwa Israel termasuk dalam analogi.

Pentagon: Iran’s missile force ‘largest in Middle East’

The US Department of Defense also repeated allegations that Iran’s missiles program was not for peaceful and defensive purposes.
“Iran has embraced ballistic missiles as a long-range strike capability to dissuade its adversaries in the region — particularly the United States, Israel and Saudi Arabia — from attacking Iran," the report said, adding that Tehran had developed a series of missiles that could strike at a distance of 2,000 kilometers — capable of reaching Tel Aviv or Riyadh.

Iranian authorities have time and again said that the country’s missile program has not been established for non-conventional purposes and is only meant as part of the country’s deterrence capability.

AS telah meningkatkan tekanan terhadap Iran sejak tahun lalu setelah menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 dengan Republik Islam dan negara-negara lain.

Sejak itu, pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah berusaha mengurangi ekspor minyak Iran menjadi "nol," dan mengirim kelompok pemogokan kapal induk serta sekitar 1.500 pasukan tambahan ke wilayah itu untuk menangkal ancaman yang diduga dari Iran.

Para pejabat Iran telah menolak langkah-langkah seperti perang psikologis, mengatakan negara itu memiliki cara sendiri dalam menghadapi permusuhan Amerika.

Republik Islam mengatakan tidak menimbulkan ancaman bagi negara mana pun, tetapi akan mempertahankan diri jika diserang.***

follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com

Editing: T.Bintang
Source:  Presstv