Breaking News

Palestine slams ‘hostile’ Israeli bills on land grab, death penalties

BINTANGNEWS.com - Sumber Media Presstv melaporkan," Otoritas Palestina (PA) telah memperingatkan rezim Tel Aviv agar tidak menyetujui tagihan yang berusaha untuk mencaplok sebagian besar Tepi Barat yang diduduki, termasuk Lembah Jordan, dan membuka jalan bagi hukuman mati bagi tahanan Palestina.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, Kementerian Luar Negeri PA mengecam keras undang-undang Israel yang akan secara permanen mencaplok Lembah Jordan, Laut Mati utara dan gurun Hebron (al-Khalil) di Tepi Barat yang diduduki Israel, menurut sumber surat kabar Qatar al-Sharq melaporkan.

Another bill also authorizes issuing death penalties for the Palestinian prisoners accused of carrying out anti-Israeli operations, it added.

The statement said although the submission of this hostile plan comes at a time of internal party strife in the occupied territories, it is a direct fulfillment of the promises of Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu and other Israeli officials.

Pernyataan itu selanjutnya menyerukan kepada masyarakat internasional untuk membantu memblokir rencana anti-Palestina ini.

Lebih lanjut dikatakan bahwa langkah itu akan merusak upaya untuk mengakhiri konflik Palestina-Israel dan akan menjadi kematian terakhir bagi proses perdamaian.

Tagihan tersebut diserahkan ke Knesset Israel (parlemen) pada hari Rabu oleh anggota parlemen Israel sayap kanan Miki Zohar, yang mengepalai partai Likud di Knesset.

Pada bulan September 2019, tepat sebelum pemilihan terakhir, Netanyahu bersumpah bahwa jika terpilih kembali, ia berencana untuk mencaplok bagian-bagian "vital" tambahan dari Tepi Barat di luar Lembah Jordan dan blok-blok pemukiman utama, dan melakukannya dengan berkoordinasi dengan Amerika Serikat. 

The cabinet agreed to turn the wildcat settlement of Mevoot Yericho in the Jordan Valley into an official settlement.

Shortly afterwards, however, the Israeli prime minister said that he had been told by Attorney General Avichai Mandelblit that a transition government could not make such a move so close to an election.

The Jordan Valley is a fertile strip of land that accounts for roughly one quarter of the West Bank. Approximately 70,000 Palestinians and some 9,500 Israeli settlers currently live in the Jordan Valley.


Sumber: Presstv.com
Editing: T. Bintang