Breaking News

AS Negara Super Power tak Berdaya Hadapi Coronavirus, Ekonomi Lumpuh

BINTANGNEWS.com - Sumber Media Press.tv berbahasa Inggris melaporkan," Amerika Serikat (AS) negara super power yang telah mengklaim dirinya sebagai polisi di dunia, namun saat menghadapi serangan Coronavirus kini nyaris tak berdaya.
Coronavirus kini telah melumpuhkan perekonomian di Amerika Serikat. Berbagai kegiatan bisnis dan pabrik kini telah menghentikan diri, sehingga dapat melahirkan angka pengangguran tertinggi di negara super power itu dalam beberapa dekade ini.

Data pemerintah terbaru menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS telah kehilangan pekerjaannya sekitar 701.000 orang pada bulan Maret.

Data, yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja pada hari Jumat, juga menunjukkan bahwa tingkat pengangguran telah meningkat pada tingkat tertinggi dalam beberapa dekade.
US economy sheds 701k jobs in March
However, the Labor Department noted that it was yet too soon and it could not precisely quantify the whole impact of the pandemic on the job market.

Experts say it will be at least another month or two before the official government data reveals the full economic devastation caused the pandemic.

Sementara itu, laporan media setempat berspekulasi bahwa tingkat pengangguran AS yang melonjak mungkin mencapai mendekati puncak 25% yang terlihat selama Depresi hebat tahun 1930-an.

Dalam dua minggu terakhir bulan Maret ini, lebih dari 10 juta orang Amerika mengisi formulir permintaan untuk menerima gaji pengangguran setelah diberhentikan karena pandemi.

Beberapa ekonom dilaporkan memperkirakan bahwa sekitar 20 juta tenaga kerja atau lebih bisa hilang kesempatannya di Amerika Serikat.

Seiring dengan itu, saham Wall Street jatuh setelah pemerintah melaporkan data yang menghancurkan terkait dengan pasar tenaga kerja AS yang tragis.

Pada awal perdagangan pada hari Jumat, semua tiga indeks saham utama AS turun.

Sekitar 10 menit memasuki perdagangan, Dow Jones Industrial Average berdiri di 21.337,45, turun 0,4 persen.

Indeks S&P 500 yang berbasis luas tergelincir 0,1 persen menjadi 2.523,80, sedangkan Nasdaq Composite Index yang kaya teknologi juga turun 0,1 persen menjadi 7.483,24.

Laporan resmi pasar tenaga kerja mengindikasikan hilangnya pekerjaan terburuk sejak Maret 2009 selama kedalaman krisis keuangan global.
It also showed the biggest single-month jump in the jobless rate in more than 45 years, the report said.

Petroleum-linked stocks, however, saw a rare rebound as oil prices went up on news that OPEC was set to hold a video conference with non-cartel members, notably Russia, to reach an agreement oil production and export in order to stabilize global oil prices.


Sumber: Presstv

Editing: T. Bintang