Breaking News

Kasus Cobid-19, Warga AS Sudah 400.000 Orang, 14.500 Orang Meninggal

BINTANGNEWS.com - Sumber Media Al-Jazeera.com berbahasa Inggris melaporkan," Nasib naas kini sedang melanda warga Amerika Serikat (AS) dengan kasus virus korona yang telah dikonfirmasi pada hari Rabu, menurut  Universitas Johns Hopkins, sudah mencapai 400.000 orang terpapar coronavirus. Ini menjadi tonggak suram yang terjadi ketika jumlah kematian terus berjatuhan meningkat.
Para ahli menyatakan sebagai minggu yang paling mematikan dalam sejarah di negara AS.

Selain itu, AS telah mencatat rekor yang paling terburuk dengan 1.850 kematian dalam satu hari Selasa. Jumlah total tertinggi dalam satu hari, dan hingga  pada hari Rabu, lebih dari 14.500 kematian yang  telah dilaporkan secara nasional.

US coronavirus cases surpass 400,000 with more than 14,500 deaths
Italy and Spain both still outpace the US in total deaths, with roughly 17,000 and 12,000 respectively.

US health officials have warned that between 100,000 and 200,000 people in the country are likely to die from COVID-19, the disease the virus causes. But officials said this week that despite the grim totals, there are signs that the death toll may not be as high as expected if mitigation efforts continue.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan virus itu sudah darurat kesehatan global sejak pada 30 Januari dan pandemi pada 11 Maret.

AS memiliki kasus pertama yang diketahui dari virus corona baru pada bulan Januari. Pada bulan Maret, pejabat kesehatan AS memperingatkan ancaman serius bagi publik.

Negara-negara mulai mengeluarkan perintah perlindungan di tempat dan membatalkan kelas dalam upaya untuk "meratakan kurva", atau membatasi penyebaran virus untuk memberi rumah sakit kesempatan untuk merawat mereka yang terinfeksi.

Kongres AS meloloskan 27 Maret RUU penyelamatan signifikan senilai $ 2,2 triliun, yang disebut UU CARES untuk membantu upaya pencegahan dan menawarkan garis hidup bagi bisnis dan individu yang berjuang.

Kini Presiden Donald Trump kadang-kadang dipuji dan dicemooh karena menangani pandemi tersebut.

At first, Trump said warm weather in April could make the virus disappear, remarks that were widely criticised.

After the passage of the CARES Act and daily news conferences with top health officials, such as Dr Anthony Fauci, the public began to trust the president with his approval ratings reaching new heights.


Source: Al-Jazeera.com
Editing: T. Bintang