Breaking News

Hezbollah: Bebaskan Lebanon Patahkan Mitos Militer Israel tak Bisa Dikalahan

BINTANGNEWS.com - Sumber Media Press.tv berbahasa Inggris melaporkan," Komandan kedua gerakan perlawanan Hizbullah Libanon memuji pembebasan 2.000 Lebanon selatan dari pendudukan Israel sebagai "titik balik" dalam sejarah Timur Tengah, dengan mengatakan kemenangan itu menghancurkan mitos tak terkalahkan militer Israel.

Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Sheikh Naim Qassem membuat pernyataan pada hari Senin ketika Libanon merayakan peringatan 20 tahun berakhirnya pendudukan Israel, jaringan televisi Libanon al-Manar berbahasa Arab melaporkan.

Pejabat itu mengatakan terima kasih atas pukulan yang diberikan kepada militer Israel dua dekade lalu, "kami telah bergerak dari tahap menuju harapan, dari menyerah pada perlawanan, dari penghinaan menjadi penghormatan, dan dari kekalahan menjadi kemenangan."

Qassem said the liberation of southern Lebanon opened the door to more consecutive victories for Lebanon, Palestine and the entire region against the Zionist regime and American plots, including the creation of the Daesh terror group.

The historic triumph, he added, put an end to the Israeli military’s invincibility myth and helped strengthen the faith of the young generations in resistance and struggles towards liberating Palestine from the Israeli occupiers.

Perkembangan yang berkembang di wilayah ini selama beberapa tahun terakhir membuktikan bahwa kekuatan dunia pro-Israel dan solusi yang mereka tawarkan untuk konflik regional tidak dapat dipercaya, tambahnya.

"Kami saat ini berada di tengah-tengah perang dan masih ada kebutuhan untuk perlawanan," kata pejabat Hizbullah, menekankan perlunya front perlawanan tetap sepenuhnya siap untuk setiap skenario masa depan.

"Pembebasan Lebanon memperdalam krisis eksistensial Israel"

Sementara itu, gerakan Jihad Islam Palestina juga menggambarkan pengusiran Israel dari Libanon selatan sebagai "titik balik," yang mengatakan kekalahan itu memperdalam krisis eksistensial rezim.

Gerakan yang berbasis di Gaza itu mengatakan "perlawanan adalah pilihan bangsa Palestina dalam [perjuangannya] untuk merebut kembali tanah kelahirannya."

Pernyataan itu mengatakan bahwa Palestina tidak punya pilihan selain perlawanan dalam mengejar tujuan mereka.

Lebanon marks the Resistance and Liberation Day on May 25 each year. In May 2000, the Israeli regime was forced by Hezbollah to withdraw its troops from Lebanon, ending nearly two decades of occupation of the country's south.

Hezbollah was established following the 1982 Israeli invasion and occupation of southern Lebanon.

Since then, the movement has grown into a powerful military force, dealing repeated blows to the Israeli military, including during a 33-day war in July 2006.


Source: Presstv com
Editing: T. Bintang