Breaking News

Kisah Istri Yazidi Jadi Budak Seks ISIS Diselamatkan Suami


BINTANGNEWS.com – Foto itu terlihat grainy, tapi sukacita pasangan dalam foto tersebut sangat jelas. Mereka berpelukan, mencium satu sama lain, dan larut dalam cinta.
Pemandangan mengharukan itu adalah reuni pria Yazidi Irak, Huzni Murad Pissi dan istrinya, Jilan. Pertemuan bahagia itu terjadi setelah Huzni menyelamatkan Jilan yang disekap kelompok Islamic State atau ISIS dan dijadikan budak seks.

Cerita bahagia pasangan Yazidi itu terjadi di dekat Mosul, kota di Irak utara yang dinyatakan terbebas dari pendudukan ISIS tahun lalu.

Pada bulan Agustus empat tahun yang lalu, Jilan berada di antara sekitar 5.000 wanita Yazidi yang diculik di tanah air kuno mereka di Sinjar oleh para militan ISIS. Kala itu, kelompok ekstremis tersebut merebut sebagian wilayah Irak dan menghancurkan banyak desa.

Ribuan Yazidi, kelompok minoritas yang dibenci oleh ISIS, dibantai. Penderitaan mereka yang jadi sorotan masyarakat dunia membuat Amerika Serikat dan koalisinya meluncurkan serangan udara.

Jilan, usai diculik, dibawa ke Mosul dan dipaksa melakukan perbudakan fisik dan seksual yang brutal. Banyak wanita Yazidi yang senasib dengan Jilan tidak bisa melarikan diri sampai ada pembebasan. Tak sedikit dari mereka masih dinyatakan hilang hingga saat ini.

Tapi kisah Huzni yang menyelamatkan Jilan seperti adegan film. Selama 30 bulan penahanannya, Jilan berhasil mencuri telepon genggam penculiknya dan menghubungi suaminya dengan harapan bisa diselamatkan. Aksi Jilan itu berisiko dihukum dengan pemerkosaan atau bahkan eksekusi.

Melalui percakapan singkat dan tenang, dia bisa mengungkapkan lokasinya kepada Huzni, yang saat ini berusia 37 tahun. Dari percakapan itu, Huzni memiliki kesempatan untuk merencanakan penyelamatan luar biasa.

Huzni menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh penculik istrinya. Pembunuh bayaran itulah yang menyelundupkan Jilan keluar dari Mosul, dan akhirnya kembali ke pelukan Huzni.

Di sebuah rumah portabel di kamp pengungsian di Irak utara, pasangan itu tersenyum. "Tidak sulit untuk memulai lagi. Saya sangat senang, begitu bersemangat, saya hanya ingin memulai kembali dengan istri saya," kata Huzni.

Di sampingnya, Jilan, 26, melindungi wajahnya saat hendak difoto wartawan. Hal itu menunjukkan bahwa Jilan masih trauma.

Tapi dengan memeluk Raoah, putrinya yang kini berusia enam bulan, kebahagiaan Jilan mulai terpancar. "Saya telah kehilangan harapan, tetapi dia mengatakan kepada saya, 'Kamu akan kembali, dan Kamu akan dicintai, dan saya akan berada di sini untukmu'," kata Jilan menirukan pesan-pesan Huzni, seperti dikutip Daily Mirror, Kamis (23/8/2018) malam.

Foto itu terlihat grainy, tapi sukacita pasangan dalam foto tersebut sangat jelas. Mereka berpelukan, mencium satu sama lain, dan larut dalam cinta.

Dilansir Sindonews, pemandangan mengharukan itu adalah reuni pria Yazidi Irak, Huzni Murad Pissi dan istrinya, Jilan. Pertemuan bahagia itu terjadi setelah Huzni menyelamatkan Jilan yang disekap kelompok Islamic State atau ISIS dan dijadikan budak seks.

Cerita bahagia pasangan Yazidi itu terjadi di dekat Mosul, kota di Irak utara yang dinyatakan terbebas dari pendudukan ISIS tahun lalu.

Pada bulan Agustus empat tahun yang lalu, Jilan berada di antara sekitar 5.000 wanita Yazidi yang diculik di tanah air kuno mereka di Sinjar oleh para militan ISIS. Kala itu, kelompok ekstremis tersebut merebut sebagian wilayah Irak dan menghancurkan banyak desa.

Ribuan Yazidi, kelompok minoritas yang dibenci oleh ISIS, dibantai. Penderitaan mereka yang jadi sorotan masyarakat dunia membuat Amerika Serikat dan koalisinya meluncurkan serangan udara.

Jilan, usai diculik, dibawa ke Mosul dan dipaksa melakukan perbudakan fisik dan seksual yang brutal. Banyak wanita Yazidi yang senasib dengan Jilan tidak bisa melarikan diri sampai ada pembebasan. Tak sedikit dari mereka masih dinyatakan hilang hingga saat ini.

Tapi kisah Huzni yang menyelamatkan Jilan seperti adegan film. Selama 30 bulan penahanannya, Jilan berhasil mencuri telepon genggam penculiknya dan menghubungi suaminya dengan harapan bisa diselamatkan. Aksi Jilan itu berisiko dihukum dengan pemerkosaan atau bahkan eksekusi.

Melalui percakapan singkat dan tenang, dia bisa mengungkapkan lokasinya kepada Huzni, yang saat ini berusia 37 tahun. Dari percakapan itu, Huzni memiliki kesempatan untuk merencanakan penyelamatan luar biasa.

Huzni menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh penculik istrinya. Pembunuh bayaran itulah yang menyelundupkan Jilan keluar dari Mosul, dan akhirnya kembali ke pelukan Huzni.

Di sebuah rumah portabel di kamp pengungsian di Irak utara, pasangan itu tersenyum. "Tidak sulit untuk memulai lagi. Saya sangat senang, begitu bersemangat, saya hanya ingin memulai kembali dengan istri saya," kata Huzni.

Di sampingnya, Jilan, 26, melindungi wajahnya saat hendak difoto wartawan. Hal itu menunjukkan bahwa Jilan masih trauma.

Tapi dengan memeluk Raoah, putrinya yang kini berusia enam bulan, kebahagiaan Jilan mulai terpancar. "Saya telah kehilangan harapan, tetapi dia mengatakan kepada saya, 'Kamu akan kembali, dan Kamu akan dicintai, dan saya akan berada di sini untukmu'," kata Jilan menirukan pesan-pesan Huzni, seperti dikutip Daily Mirror, Kamis (23/8/2018) malam.(bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di Twitter @Bintangnews.com    .