Breaking News

Rakyat Yaman Giring AS ke Media Sosial Agar Dunia Mengutuknya


BINTANGNEWS.com – Media Presstv berbahasa Inggris asal Iran melaporkan,” Amerika Serikat (AS) digiring ke Media Sosial agar masyarakat dunia mengutuk, karena dipandang telah memasok Bom ke negara Arab Saudi yang digunakan untuk membunuh anak-anak yang tidak bersalah di Yaman.
Di Lansir CNN pada hari Jumat menegaskan bahwa sebuah bom yang digunakan oleh koalisi pimpinan Arab Saudi pekan lalu dalam serangan terhadap Bus anak sekolah di Yaman, yang menewaskan belasan Siswa adalah Bom AS.


PressTV-'Bomb yang menewaskan anak-anak sekolah Yaman akibat dipasok oleh AS'
Ahli amunisi telah mengkonfirmasi bahwa sebuah bom yang digunakan oleh Arab Saudi dalam serangan minggu lalu terhadap Bus anak sekolah di Yaman yang menewaskan belasan anak-anak yang telah dipasok oleh AS.

Orang-orang dari seluruh dunia yang prihatin dengan kegiatan kriminal yang terjadi di Yaman memposting kecaman di media sosial pada hari Sabtu.

Aktor AS Jim Carrey tweeted bahwa Arab Saudi adalah sekutu AS dan itu membuat Washington komplotan dalam pembunuhan 40 anak-anak yang tidak bersalah.

US condemned for supplying bombs to Saudis

Weapons experts told CNN on Friday that the bomb was a 227-kilogram laser-guided Mark 82 bomb.
They also noted that the numbers on the weapon identified major US military contractor Lockheed Martin as its maker.
Political consultant Peter Daou asked why the US was supplying bombs to slaughter children in Yemen.

Ed Krassenstein dari surat kabar dan situs web politik yang bermarkas di Washington, DC, The Hill menulis bahwa mantan Presiden AS Barack "Obama melarang penjualan bom-bom ini ke Saudi, tetapi Trump mencabut larangan itu sebagai bagian dari usahanya untuk membatalkan semua yang dilakukan Obama."

Serangan Saudi terhadap sebuah bus sekolah di kota Dhahyan pada 9 Agustus yang menewaskan total 51 orang, di antaranya 40 anak-anak, dan menyebabkan 79 lainnya terluka, memicu kemarahan dari kelompok-kelompok hak asasi manusia internasional dan pejabat PBB.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengecam serangan itu dan menyerukan penyelidikan "independen dan cepat" terhadap serangan udara.

The bus targeted by the Saudi forces was carrying a group of young school children attending summer class.

Some 15,000 Yemenis have been killed and thousands more injured since the onset of the Saudi-led aggression on Yemen in March 2015.

The United Nations says a record 22.2 million Yemenis are in need of food aid, including 8.4 million threatened by severe hunger.

Guterres menekankan bahwa "warga sipil dan benda sipil" terhindar dari serangan.***


Continue to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com

Editing: T.Bintang
Source: Presstv.com