Yenny Wahid akan Umumkan Sikap Politiknya - Sumber Informasi Dunia

Yenny Wahid akan Umumkan Sikap Politiknya

Share This
BINTANGNEWS.com – Penantian atas sikap politik Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid akan menemui ujungnya pada pekan ini. Putri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menyatakan akan mengumumkan dukungan politik pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Kantor PKB GusDur, Rabu (26/9) besok.
Yenny mengatakan ia menentukan pilihan politik karena bagian dari upaya menyalurkan aspirasi politik dari kader GusDur. Yenny menambahkan keluarga  juga telah sepakat untuk menyerahkan sepenuhnya pilihan politik kepadanya.
  
“Ibu saya (Sinta Nuriyah) akan netral karena beliau ibu bangsa, tetapi saya tetap akan punya pilihan karena ini bagian dari ikhtiar saya,” kata Yenny kepada wartawan di Hotel Sari Pan Pacific, Senin (24/9) sore.

Yenny mengatakan ia mengambil keputusan terkait calon presiden dan calon wakil presiden karena berbagai pertimbangan. Sebelum mengambil keputusan, Yenny mengaku sudah berkomunikasi intens dengan kedua pasangan calon, yakni Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Ini pilihan atas dasar kepentingan bangsa yang dimaknai bisa diraih dari salah satu pasangan calon,” kata Yenny.

Yenny mengatakan ia melakukan pertimbangan dari sisi rasional dan spiritual. Ia mengaku melakukan kajian terhadap visi misi dari kedua kandidat.

Selain itu, ia juga melakukan istikharah atau petunjuk dari Allah Swt. Ia juga akan mempertimbangkan pendapat sembilan kiyai dan ulama sebelum mengumumkan pilihannya besok.

Kendati sebagian bagian menyalurkan aspirasi politik dari kader GusDur, Yenny menegaskan, sikap politik ini bersifat pribadi. Yenny menyatakan para pengikut Gus Dur dipersilakan jika ingin mengikut langkahnya atau tidak.

Gusdurian yang menantikan sikap politik Yenny di antaranya Barikade Gus Dur, Gerakan Kebangkitan Nusantara (Gatara), Jaringan Perempuan Nusantara, Forum Silaturahim Santri Nusantara, Forum Kiai Kampung Nusantara, dan Forum Alumni Timur Tengah. "Jadi ini banyak sekali yang bergabung kepada kami, konsorsium besar yang namanya kader Gus Dur ini besar sekali," ucapnya dikutif Republika.co.id.

Meski menyatakan dukungan nanti, Yenny mengatakan, belum mengetahui jelas bentuk dukungan yang akan diberikan. Ia juga menegaskan akan nonaktif di The Wahid Foundation ketika memutuskan aktif dalam politik karena organisasi tersebut tidak berafiliasi pada poros politik tertentu.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Johnny G Plate, percaya, Yenny akan menyuarakan yang terbaik untuk kepentingan Gusdurian. Karena itu, TKN akan menunggu keputusan Yenny tanpa tergesa-gesa.

"Kami tunggu Mbak Yenny bilang lusa nanti. Biarkan Mbak Yenny punya indepedensi untuk menentukannya," kata dia di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin.

Johhny enggan mengutarakan optimisme putri Gus Dur itu akan memilih Jokowi-Ma’ruf. Johnny mengatakan, suara Gusdurian lebih banyak berada di kubu pejawat.

Tidak hanya itu, menurut dia, Nahdlatul Ulama (NU) juga memiliki kedekatan dengan Gusdurian. "Kalau suara Gusdurian banyakan di sini, tetapi kalau keluarga Gus Dur kita tunggu," kata dia.

Sikap netral

Sebelumnya, pada Jumat (21/9) pekan lalu, Direktur Pencapresan PKS Suhud Aliyuddin mengatakan partainya menghormati apapun sikap politik yang akan diambil oleh Yenny. Termasuk, jika memilih netral pada Pilpres 2019.

Suhud mengatakan, sejatinya PKS menginginkan Yenny masuk ke dalam struktur tim. Sebab, bagi koalisi Prabowo-Sandi, Yenny mempunyai efek elektoral yang cukup kuat.

Yenny yang berusia muda juga bisa mewakili kaum ibu di era milenial. Representasi itu sesuai dengan narasi utama kampanye Prabowo-Sandi.

“Saya yakin Yenny bisa memberikan dampak elektoral yang besar mengingat beliau termasuk figur berpengaruh di kalangan NU,” katanya.

Direktur Eksekutif Populi Center Usep Saiful Ahyar mengatakan, dalam konteks pilpres lebih baik seorang Yenny memilih sikap netral. Ia mengatakan Yenny dapat berpartisipasi dengan cara mendewasakan demokrasi.

“Kita berharap orang seperti Yenny dengan nilai-nilai yang dibawa Gus Dur bisa membangun kultur politik yang lebih baik. Jika semua berebut struktur, saya kira tidak akan ada yang membangun ini,” kata dia.

Yenny yang memiliki pengaruh kuat di kalangan Gusdurian menjadi rebutan kedua kubu kandidat capres-cawapres. Joko Widodo meminta restu keluarga Gus Dur untuk mencalonkan diri sebagai capres 2019 ketika menyambangi kediaman Sinta Nuriyah Wahid di Ciganjur, Jumat (7/9).

Kemudian, Sandiaga Uno bersilaturahim dengan keluarga Gus Dur pada Senin (10/9). Prabowo Subianto menjadi calon pertama yang menyambangi istri Gus Dur, Shinta Nuriyah Wahid, di kediaman keluarga Gus Dur, Jakarta Selatan, Kamis (13/9).(bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.coma

Post Bottom Ad

Pages