Diplomat PBB Khawatir Semakin Agresifnya Kebijakan AS - Sumber Informasi Dunia

Diplomat PBB Khawatir Semakin Agresifnya Kebijakan AS

Share This

BINTANGNEWS.com – Diplomat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) khawatir kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS) akan semakin agresif dan unilateralis, seiring dengan pengunduran diri Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley.
Beberapa diplomat yang diwawancara Associated Press (AP), Rabu (10/10), mengaku khawatir pengganti Haley akan menambah “peran aktor nakal” AS di PBB, seiring dengan sejumlah kebijakan luar negeri yang keras dan kontroversial dari Presiden AS, Donald Trump.

Sejumlah spekulasi muncul seiring pengunduran diri Haley, yang diumumkan bersama Presiden AS, Donald Trump, di Gedung Putih, Selasa (9/10). Ada yang menduga Haley mundur karena tidak sejalan dengan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton, dan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, yang tak memiliki kemampuan berdiplomasi dan kerap membuat pernyataan mengancam layaknya “preman”.

Dilansir Beritasatu.com, salah seorang diplomat mengatakan, mereka khawatir Bolton akan mendorong seorang rekan yang memiliki ideologi “garis keras” seperti diriya, untuk menggantikan Haley. Hal itu, akan semakin memperburuk ketegangan di PBB.

Pendapat senada disampaikan Sheba Crocker, wakil presiden untuk program dan kebijakan kemanusiaan di Care USA. Menurutnya, Bolton akan semakin bertindak keluar dari rel diplomasi, setelah Haley pergi.

“Dia akan mendorong seorang rekan yang memiliki idelogi yang sama dengannya untuk menggantikan Haley agar dapat melanjutkan perjuangan panjangnya untuk melenyapkan hukum internasional apapun yang menghambat kedaulatan AS,” ujar Crocker.

Bolton telah membuat “gerah” suasana Sidang Umum PBB, ketika memberi pernyataan mengancam kepada Iran seiring serangan yang memaksa AS menutup konsulat jenderal di Irak.

“Jika Anda menyerang kami, sekutu kami, atau mitra kami, jika Anda menyakiti warga kami, jika Anda trus berbohong dan menipu, memang akan ada neraaka yang harus dibayar,” kata Bolton di hadapan Sidang Umum PBB, akhir September 2018.

Bolton juga mengeluarkan ancaman kepada hakim-hakim Pengadikan Pidana Internasional di den Haag, terkait dengan rencana untuk menyelidiki kejahatan perang AS. Bolton bahkan menyebut lembaga peradilan itu tak ada artinya atau “telah mati” bagi AS.

Richard Gowan dari Universitas PBB, mengatakan sikap keras Bolton tersebut berbeda dengan Haley yang telah mengembangkan hubungan kolegial dengan diplomat asing, meskipun membela kebijakan garis keras Trump.

“Jelas ada banyak ketegangan antara Haley dan duta besar lainnya di PBB (terkait kebijakan AS, Red), tapi saya pikir sebagian besar diplomat khawatir bahwa seorang pendukung garis keras Trump akan menggantikannyta,” kata Richard.***


.(bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com

Post Bottom Ad

Pages