Breaking News

Hamas: Gerakan Great March of Return Terus Berlanjut hingga Zonis Israel Terusir


BINTANGNEWS.com – Media PressTV berbahasa Inggris melaporkan,”  Seorang pejabat senior gerakan perlawanan Islam, Hamas, mengatakan Palestina akan melanjutkan aksi unjuk rasa Great March of Return sampai akhir pengepungan Israel di Jalur Gaza.
Mahmoud al-Zahar, a co-founder of Hamas and a member of its leadership in the Gaza Strip, made the remarks in a Sunday interview with Iran’s Al-Alam News Network in Tehran.

Dia mengatakan demonstrasi anti-pendudukan, yang dikenal sebagai "Great March of Return," telah menghasilkan hal yang penting, dan tidak akan dihentikan sebelum pengepungan rezim Israel di kantong Gaza itu dicabut.

Ketegangan telah meningkat di dekat pagar yang memisahkan Gaza dari wilayah yang diduduki sejak 30 Maret, yang menandai dimulainya protes.

Para pemerotes Palestina menuntut hak untuk kembali bagi mereka yang diusir dari tanah air mereka.

Bentrokan di Gaza mencapai puncaknya pada 14 Mei, menjelang peringatan 70 tahun Hari Nakba, atau Hari Bencana, yang bertepatan tahun ini dengan relokasi Washington ke kedutaan AS dari Tel Aviv untuk menduduki Yerusalem al-Quds.

Lebih dari 220 warga Palestina sejauh ini telah tewas dan lebih dari 20.000 lainnya terluka dalam bentrokan baru di Gaza, menurut angka terbaru yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Gaza.

Gaza telah dikepung Israel sejak Juni 2007, menyebabkan penurunan standar hidup serta pengangguran dan kemiskinan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Friday to be decisive day for Israel

The military wings of Hamas warned in a joint statement on Sunday that the coming Friday will be “decisive” in determining their response to the killing of four people during recent border protests.

The groups declared they had prepared retaliation steps, and that their use will be dependent upon Israel’s policy.

It will be “a decisive day in examining the Zionist enemy’s behavior and intentions toward our people in the March of Return,” the Sunday statement said.

The deaths were “a total crime and clear recklessness by the Zionist enemy,” which has “crossed red lines,” they continued, as reported by Israeli media.

“Regarding these crimes, the resistance will not act lightly with the enemy and stand by idly,” the statement warned.

The statement came after several Palestinians, including a teenage, were shot dead by Israeli fire and nearly fifty others sustained injuries during the latest Great March of Return protests in Gaza.

Iran pendukung utama Palestina

Dalam wawancaranya dengan Al-Alam, al-Zahar lebih jauh menggambarkan Iran sebagai pendukung utama Palestina, dan mengatakan Hamas tidak melakukan apa-apa tanpa berkonsultasi dengan Iran mengenai masalah tersebut.

Al-Zahar membuat pernyataan selama kunjungannya ke Teheran di kepala delegasi faksi Hamas di Parlemen Palestina.

Dia sebelumnya mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Ali Shamkhani, Ketua Parlemen Ali Larijani serta Ali Akbar Velayati penasihat senior untuk Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.

Dalam pertemuan dengan al-Zahar, Zarif sekali lagi menegaskan kebijakan berprinsip Republik Islam untuk mendukung Palestina, mendesak semua negara di dunia Muslim untuk meningkatkan persatuan mereka untuk membela perjuangan Palestina.

"Kami berharap bahwa beberapa negara Muslim yang telah menggantungkan harapan mereka pada dukungan Zionis dan AS akan kembali ke dunia Muslim dan menyadari bahwa Zionis bukan teman atau mitra yang dapat dipercaya bagi siapa pun," kata Zarif.

Menteri luar negeri Iran menambahkan bahwa upaya untuk melawan perlawanan Palestina sayangnya dilakukan dari dalam dunia Muslim, mengatakan bahwa semua negara dan gerakan Islam juga di bawah tekanan seperti itu.

For his part, Zahar hailed Iran's real support for Palestine and expressed hope that the Palestinian people's resistance and the Muslim world's support would put an end to the Zionist project as soon as possible.

Back in May, Ayatollah Khamenei said resistance is the sole way to save the oppressed Palestinian nation.

Ayatollah Khamenei reaffirmed Iran’s unwavering support for Palestine and Palestinian fighters, noting that strengthening the resistance front in the Muslim world and intensifying the fight against the occupying regime of Israel and its supporters were the solution to the Palestinian issue.***

Continue  to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com

Editing: T.Bintang
Presstv.com