Revolusi Media Online Bagi Rontoknya 5 Media Cetak di Indonesia - Sumber Informasi Dunia

Revolusi Media Online Bagi Rontoknya 5 Media Cetak di Indonesia

Share This

BINTANGNEWS.com – Seiring dengan bergulirnya waktu berkembangnya jaman, kehadiran media Sosial Online ini merupakan Revolusi besar bagi rontoknya media cetak di seluruh dunia.

Bukti menuju kepunahannya media cetak, mulai terjadi di Amerika Serikat (AS), sejak tahun 2008, lebih dari 166 surat kabar besar di AS ditutup atau menghentikan penerbitannya,” menurut versi Paper Cuts, situs yang khusus mencatat penurunan industri media cetak di AS.

Terlepas suka atau tidak suka, dari kekurangan dan kelebihan sebuah fasilitas media online, namun masyarakat pembaca telah mengakui adanya fakta tersebut.

Diakui media online telah memberikan kemudahan bagi masyarakat pembaca, untuk mengetahui informasi apa yang terjadi Jam ini diseluruh dunia, maka jam ini pula pembaca telah dapat mengetahuinya tanpa harus merogoh biaya besar, cukup dengan membuka Handphone melalui akses Digital Internet.

Keunggulan lain media online yang semakin mendapat pengakuan pembaca adalah, media online merupakan whole package (keseluruhan paket), karena media online selain mampu menyuguhkan berita berupa teks, juga berupa gambar atau animasi, audio, Iklan dan, video.

Untuk memberikan yang terbaik, Wartawan media online memang dituntut senantiasa terampil, Wartawan selalu dipaksa harus berpacu dengan waktu, sehingga lebih bekerja keras karena selalu dikejar deadline, dengan demikian, pendistribusian informasi harus senantiasa relatif mengalir singkat.

Dengan dahsyatnya Revolusi fasilitas digital media online, kepunahan media cetak pun kini giliran melanda media cetak di Indonesia, satu demi satu media cetak di Indonesia mulai berguguran gulung tikar akibat korban dari terlindasnya dominasi media online. Sedikitnya ada 5 media cetak ternama di Indonesia gulung tikar, diantara yang dikutif Kredit GoGo:

1 . Sinar Harapan  Kabar mengejutkan datang dari koran sore, Sinar Harapan. Koran yang pertama kali terbit 27 April 1961 ini, resmi tak lagi terbit per 1 Januari 2016. Sinar Harapan merupakan media besar di dekade tahun 1980-an.

2. Majalah TraxMajalah Trax merupakan majalah musik dan lifestyle yang pertama kali terbit pada 2002. Majalah ini menjadi salah satu panutan anak-anak muda dalam mencari inspirasi. Setelah 14 tahun terbit, pada tahun ini, Majalah Trax resmi berhenti terbit setelah bulan Februari.

3. Harian Bola

Setelah 2,5 tahun tetap mencoba peruntungan di era digital, Harian Bola akhirnya menyerah. Tabloid yang awalnya muncul sebagai mingguan ini, menyatakan edisi 31 Oktober 2015 adalah terakhir.

4. Jakarta Globe

Koran berbahasa Inggris ini terbit pertama kali pada 12 November 2008. Pada 15 Desember 2015, koran Jakarta Globe berhenti naik cetak. Jakarta Globe mengaku, mereka berhenti karena ongkos produksi terus naik, jumlah pembaca menurun, dan persaingan dengan media internet.

Sempat bersaing dengan koran Jakarta Post, Jakarta Globe menjadi koran berbahasa Inggris terbesar di Indonesia. Bahkan, kedua koran ini bersaing ketat dalam menggaet wartawan baru.

5. Harian Jurnal Nasional

Harian Jurnal Nasional atau Jurnas juga harus menyerah menghadapi beratnya gempuran media online Tanah Air. Per 1 November 2014 lalu, media ini tutup usia dan berubah seutuhnya menjadi media online dengan domain jurnas.com.

Seperti diketahui, bahwa SBY adalah penggagas dan pendiri koran tersebut. Penutupan Harian Jurnas disampaikan Ketua Umum Dewan Pengurus Serikat Pekerja Jurnal Nasional, Friederich Batari, dalam siaran pers.***

.(bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.coma




Post Bottom Ad

Pages