Breaking News

Israel Bangun 'Jalan Apartheid' di Tepi Barat


BINTANGNEWS.com – Media PressTV berbahasa Inggris melaporkan,” Setelah membangun "tembok apartheid" yang kontroversial untuk memisahkan Yerusalem al-Quds dari seluruh Tepi Barat, Israel kini telah membuka "jalan apartheid" di daerah itu, yang memisahkan para pengemudi Palestina dan Israel dengan sebuah tembok.
A stretch of about 3.5 km, which was unveiled on Wednesday, set a meter-high wall that was driving Palestinians, which moved to open the city, on the west side and Israeli settlers on the east side.

Jalan itu dibangun lebih dari satu dekade lalu tetapi tetap ditutup di tengah perselisihan antara militer Israel dan polisi atas sebuah pos pemeriksaan.

Sementara jalan-jalan Israel yang terpisah adalah umum, tidak ada yang memiliki tembok sebelumnya.

Menteri Keamanan Publik Israel Gilad Erdan mengatakan jalan raya itu akan memudahkan lalu lintas padat bagi para pemukim di daerah itu sambil membantu Israel mengatasi "tantangan keamanan."

Pembukaan jalan itu memicu kecaman dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

"Ini adalah contoh Israel tentang apartheid dan pemisahan rasis yang pernah ada di Afrika Selatan," kata anggota Komite Eksekutif PLO Ahmad Majdalani kepada media Israel. "Setiap orang Israel yang percaya pada demokrasi harus merasa malu dengan jalan baru ini."

The Palestinian Authority said in a statement that the road posed a challenge to "the credibility of the international community."

"It is a shame for the international community to see the apartheid regime set up and deepened without doing anything to stop it," read a PA statement.

Palestinians have long been worried that roads and other similar construction projects in the area will eventually divide the West Bank in two, further hampering Palestinian plans for future countries.

r Amim, sebuah LSM Israel yang menentang kegiatan perluasan pemukiman Israel, memperingatkan bahwa jalan itu memfasilitasi perjalanan para pemukim dengan mengorbankan masyarakat Palestina.

Menurut Aviv Tatarsky, yang bekerja dengan LSM itu, jalan baru itu semakin mengisolasi beberapa desa Palestina dari Yerusalem al-Quds sementara memaksa warga Palestina yang melakukan perjalanan antara utara dan selatan Tepi Barat untuk mengubah arah.

About 600,000 Israelis live in more than 230 illegally built settlements since the occupation of the Palestinian territories in 1967.

Jerusalem al-Quds was separated from the West Bank by the so-called "apartheid wall" of Israel.

Israel began building a 712 kilometer concrete barrier, barbed wire fences, trenches and covered military roads inside the West Bank which was occupied in 2002.

The International Court of Justice said in 2004 that the apartheid wall violated international law and urged Israel to revoke it.***

Continue  to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com

Editing: T.Bintang
Source:  Presstv.com