Breaking News

Pengamat: Debat Capres Jangan Terjebak Dalam Formalitas


BINTANGNEWS.com – Pemberian kisi-kisi pertanyaan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) kepada kedua pasangan calon presiden-wakil presiden dalam debat pilpres 17 Januari mendatang jangan sampai membuat ajang debat terjebak dalam formalitas, kata pengamat pemilu.
Veri Junaidi selaku ketua lembaga kajian Kontitusi dan Demokrasi Inisiatif (KoDe Inisiatif) menyampaikan hal tersebut setelah dipastikan kedua pasangan calon, paslon, akan menerima kisi-kisi seminggu sebelum debat.

"Karena mereka sudah tahu pertanyaannya apa, jadi mereka akan menyiapkan jawaban yang nanti disesuaikan mengingat waktunya terbatas dan sebagainya. Jadi seolah-olah hanya formalitas belaka," kata Veri kepada wartawan BBC News Indonesia, Jerome Wirawan, Selasa (8/1).

Jalan keluarnya, sambung Veri, moderator debat harus lihai.

"Moderatornya memang harus lihai untuk menggali lebih dalam apa yang sudah disampaikan pasangan calon presiden ini," ujarnya.

Veri menambahkan, penyampaian kisi-kisi pertanyaan sebelum debat berlangsung juga punya kelebihan, yaitu lebih substantif.

"Mereka jadi punya jawaban yang jauh lebih matang, mendalam, dan sistemik bagaimana mengatasi permasalahan yang terjadi di bangsa ini. Proposalnya kedua pasangan calon ini seperti apa sih?"

"Seperti bank soal"

Sebelumnya, Ketua KPU, Arief Budiman, menegaskan bahwa format debat sudah disepakati kubu kedua pasangan calon, termasuk pemberian kisi-kisi pertanyaan.

"Pertanyaan sudah diserahkan duluan, tapi kan mereka tidak tahu yang akan ditanyakan. Karena itu kan sebetulnya seperti bank soal, ada 20 pertanyaan. Padahal sebetulnya nanti yang akan ditanyakan masing-masing cuma tiga (pertanyaan)," papar Arief.

"Ada tiga segmen pertanyaan oleh moderator. Berarti nanti ada tiga (pertanyaan) untuk paslon 01, ada tiga (pertanyaan) paslon 02. Tapi tiga (pertanyaan) yang mana kan mereka tidak tahu," tambahnya.

Selain segmen pertanyaan oleh moderator yang kisi-kisi pertanyaannya sudah dikirim sepekan sebelum acara, ada pula segmen debat antarkandidat.

Dalam segmen ini, Joko Widodo maupun Prabowo Subianto dapat saling melemparkan pertanyaan. Hanya saja, pertanyaannya tidak akan dibeberkan terlebih dulu.

Dua kubu sudah siap
Sementara itu, kubu pasangan capres-cawapres nomor urut dua sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi debat capres yang membahas topik hukum, hak asasi manusia, korupsi, dan terorisme.

"Pak Prabowo sudah ada Tim 8, yang membantu Pak Prabowo mempersiapkan debat. Insya Allah, Pak Prabowo dan bang Sandi siap menghadapi debat," kata juru bicara Prabowo-Sandi, Andre Rosiade.

Ketika ditanya apakah kubu Prabowo-Sandi sudah menduga pertanyaan yang akan diajukan, seperti tuduhan bahwa Prabowo terlibat pelanggaran HAM masa lalu, Andre spontan menjawab.

"Tuduhan (seperti) kaset rusak yang muncul setiap lima tahun dan dipakai untuk kepentingan politik, kita siap," cetusnya.

Kesiapan juga diutarakan kubu pasangan calon Joko Widodo-Maruf Amin, seperti dipaparkan juru bicara mereka, Arya Sinulingga.

"Kalau pak Jokowi sih oke ya, beliau paham banget karena beliau kan menjalaninya. Jadi nggak ada masalah," pungkasnya yang dikutif BBC Indonesia.(bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com