Breaking News

Hizbullah: Israel tidak Siap untuk Perang dengan Lebanon


BINTANGNEWS.com – Media PressTV berbahasa Inggris melaporkan,” Sheikh Naim Qassem, wakil sekretaris jenderal gerakan perlawanan Hizbullah Libanon, telah menekankan bahwa Israel tidak siap untuk konfrontasi dengan Lebanon.
"I don't think Israel is ready to start a conflict with Lebanon now because the situation is complicated and Israel is not interested in war," Sheikh Qassem said in an interview with Lebanese TV channels on Sunday.

"Tetapi jika ingin meluncurkan perang, kami siap," tambahnya.

Qassem juga menolak tuduhan yang dibuat pada hari sebelumnya oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa Hizbullah mengendalikan pemerintahan baru di Libanon, "dan dengan demikian Iran mengendalikannya."

"Tuduhan ini tidak penting. Hizbullah menganggap dirinya bagian dari pemerintah persatuan nasional di Libanon," kata ulama itu.

Pemimpin senior Hizbullah mencatat bahwa hanya tiga menteri baru pemerintah Lebanon yang menjadi anggota Hizbullah. "Kami hanya 10 persen," katanya.

Akhir Januari, kepresidenan Lebanon mengumumkan pembentukan pemerintahan baru, mengakhiri kebuntuan sembilan bulan di panggung politik.

Terobosan itu terjadi setelah faksi-faksi saingannya menyusun kompromi yang memungkinkan perwakilan anggota parlemen Sunni yang didukung oleh gerakan perlawanan Hizbullah.

Kelompok-kelompok politik saingan telah terkunci dalam perselisihan mengenai pembentukan pemerintah baru sejak Mei, setelah pemilihan parlemen pertama negara itu dalam sembilan tahun.

Hezbollah has taken three cabinet positions in the new government, the largest portfolio ever held.

This movement has received a health portfolio, the first time Hezbollah has controlled a ministry with a large budget. The resistance movement has chosen Jamil Jabak as the new health minister, despite the fact that he is not a member of the movement.

The report has linked the role of greater Hezbollah in Lebanon's new cabinet to the benefits of the Syrian war.

Hezbollah forces have helped the Syrian government on the ground to clear areas bordering Lebanon from terrorist groups.

"This transformation is because Hezbollah has accumulated excess power after almost finishing with military battles in Syria," Salem Zahran, an analyst who has links with Hezbollah leaders, said.

"I believe that Hezbollah will build more involvement in the Lebanese state," he added.

Saat memberikan penjelasan kepada delegasi para pemimpin PBB yang berada di Israel dalam misi yang dipimpin oleh utusan PBB untuk PBB Danny Danon, Netanyahu juga berbicara tentang operasi yang diluncurkan Israel dengan tujuan "memotong" terowongan Hezbollah di dekat wilayah yang diduduki.

"Sama seperti kita menghentikan terowongan, kita akan menghentikan semua tindakan agresi dari Libanon, Suriah atau Iran," kata perdana menteri Israel.

Pekan lalu, kepala Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah secara terbuka mengejek klaim Israel bahwa mereka telah menemukan terowongan rahasia yang digunakan oleh kelompok itu di perbatasan antara Libanon dan wilayah Palestina yang diduduki.

Dia mengatakan Israel sangat keliru dengan berpikir bahwa penutupan terowongan akan menyelamatkannya dari serangan di masa depan oleh gerakan perlawanan.

"Yang mengejutkan kami adalah bahwa Israel terlambat menemukan terowongan ini ... beberapa dari terowongan itu sebelum perang 2006," kata Nasrallah.

Lebanon's anti-Israel protests along the border

About 60 Hezbollah supporters rode motorbikes along Lebanon's southern border with Israel on Sunday afternoon to express support for Hezbollah and protest Israel's violations of Lebanese sovereignty.

Their slogan is "For al-Quds on millions of cross bikes."

"We are ready if you ask," said one member of the convoy, referring to Nasrallah. "If you want us to cross [motorcycle], then we are ready to serve you."

Since the end of the 2006 war, Israeli forces have regularly violated Lebanese airspace and made attacks on its territory.

Israel is building a 130-kilometer long border wall with Lebanon, part of which Beirut says is located at disputed border points.

Hizbullah didirikan pada 1980-an setelah invasi dan pendudukan Israel di Libanon selatan.

Gerakan itu melakukan kampanye perlawanan panjang terhadap pasukan Israel dan mendorong mereka keluar dari Libanon selatan pada Mei 2000. Sejak itu, kelompok itu telah tumbuh menjadi kekuatan militer yang kuat. Israel juga menderita kekalahan memalukan dari Hizbullah dalam perang 2006.***

Continue  to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com

Editing: T.Bintang
Source:  Presstv.com