Breaking News

Pasukan Israel Menembak dan Melukai 19 Pedemo Palestina di Tepi Barat


BINTANGNEWS.com – Media PressTV berbahasa Inggris melaporkan,” Hampir dua lusin warga Palestina mengalami luka tembak ketika pasukan militer Israel menembaki sekelompok demonstran yang berpartisipasi dalam aksi protes terhadap serangan yang berlarut-larut dan sangat keras yang dilakukan oleh para pemukim ekstremis di Tepi Barat yang diduduki.
Dozens of protesters gathered in an open field near the village of al-Mughayyir, located 27 kilometers northeast of Ramallah, after Friday prayers to express their hatred for the repeated attacks by settlers.

Pasukan Israel kemudian menembakkan peluru baja hidup dan berlapis karet untuk membubarkan para pemrotes tanpa kekerasan.

Setidaknya 15 warga Palestina tertembak peluru tajam, sementara empat orang lagi terluka oleh peluru karet.

Pada tanggal 26 Januari, seorang pria Palestina ditembak mati dan belasan lainnya terluka saat konfrontasi dengan tentara dan pemukim Israel di al-Mughayyir.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan pria berusia 38 tahun itu, yang diidentifikasi sebagai Hamdi Na'san, ditembak di bagian belakang dan meninggal karena luka-lukanya tak lama setelah di sebuah rumah sakit di kota Ramallah di Tepi Barat pusat. Dia meninggalkan seorang istri dan empat anak.

Setidaknya 30 orang lainnya juga terluka dalam konfrontasi, menurut Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina.

Amin Abu Alya, kepala dewan desa Mugheir, mengatakan para pemukim melepaskan tembakan sebelum militer Israel masuk.

"Awalnya, pemukim itu yang menembak, lalu tentara datang dan menembakkan gas air mata," katanya.

More than half a million Israelis live in more than 120 settlements built since the Israeli occupation of Palestinian territories in the West Bank in 1967. This is while most of the international community considers settler units illegal and subject to the Geneva Conventions, which prohibit construction on land that occupied.***

Continue  to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com

Editing: T.Bintang
Source:  Presstv.com