Breaking News

VIDEO: Yusuf Nurwenda Calon Legislatif Karawang Partai NasDem Memberikan Warna Tersendiri


KARAWANG, BINTANGNEWS.com – Yusuf Nurwenda, Calon anggota Legislatif DPRD Kabupaten Karawang,  dari Patai NasDem dengan nomor urut 4 di Daerah Pemilihan (Dapil) 6, yang meliputi Kecamatan Purwasari, Ciampel, Klari, Karawang Timur dan, Kecamatan Majalaya, ibarat tiada hari tanpa Road Show atau blususkan sosialisasi di daerah pemilihannya.

Yusuf Nurwenda, lulusan Sarjana Universitas Jayabaya Jakarta ini, yang kini masih aktif diberbagai organisasi kemasyarakatan, diantaranya di organisasi Pemuda Panca Marga (PPM), IPSI Karawang, Sekjend LSM Lodaya. Tim Peduli Lingkungan (TPL)  Ciparage Grend Resaque Partai NasDem dan, Wakil ketua DPD Apdesi Jabar.

Yusuf Nurwenda, juga mantan Kepala Desa Dawuan Tengah, mantan ketua DPC Apdesi pertama di Kabupaten Karawang dan, mantan Sekretaris Pribadi Letjend. TNI (Purn) H.M. Sanif, (Almarhum).

Proses pendaftaran Yusuf Nurwenda untuk maju sebagai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) di Patai NasDem memang tidaklah mudah, meskipun sejak awal semua kader partai NasDem tanpa mahar, namun dengan seleksi yang cukup ketat.

Menurut Yusuf Nurwenda,” jika tuhan menghendaki, rakyat memilih saya, pelaksanaan fungsi legislasi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang, tantangannya cukup berat, tidak sekedar sebagai budgeting, supervision and controlling, tapi lebih dari itu, tugas yang diemban anggota Legislatif adalah mandat dan kedaulatan rakyat yang harus mendistribusikan keadilan.

Apalagi di Karawang, ini memang salah satu kabupaten yang sangat unik, sesuai dengan demografisnya memang cukup kompleks, karena tidak saja hanya sebagai daerah agraris (Pertanian), tapi Karawang juga sebagai kota Industri terbesar di asia tenggara.

Jadi, jika kita bicara Industri berarti kita juga harus bicara soal tenaga kerja lokal asli (Karawang) yang masih banyak pengangguran. Begitu pula jika kita bicara pertanian, berarti kita juga harus mampu menyelamatkan lahan tehnik pertanian dari fotensi ancaman alih fungsi lahan. Sebagaimana diatur oleh Undang-Undang Republik Indonesia, Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, maka, jika saya terpilih tidak boleh membawa otak kosong ke kursi DPRD, fareabel pengetahuan soal kebutuhan geografis Karawang akan menjadi syarat mutlak,” ujar Yusuf.  

Namun demikian, bagi saya politik itu adalah seni yang harus melahirkan yang tak mungkin menjadi mungkin, karena politik harus mampu mendistribusikan keadilan. Dengan demikian, anggota  legislatif harus menjaga jarak dari mental Rezimentasi, agar kita tidak kehilangan pircu (kejujuran) intelektual legeslasi. Artinya fungsi legislatif harus tetap menjadi  power agent social control”, agar tetap harus mendapat trust (kepercayaan) publik.

Maka, Peran optimalisasi pengawasan legislatif, adalah salah satu fungsi organik manajemen dewan, sebagaimana dimaksudkan keputusan Menteri Dalam Negeri No. 162 Tahun 2004, tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib Dewan Perwakilan Daerah. Karena badan legislatif sejajar dan menjadi mitra pemerintah daerah, yang kedudukannya setara dengan Kepala Daerah,” pungkas Yusuf Nurwenda.(bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com