Breaking News

Warga Kuwait 85% Menolak Kerja Sama dengan Rezim Israel


BINTANGNEWS.com – Media PressTV berbahasa Inggris melaporkan,” Jajak pendapat itu mencatat bahwa mayoritas warga Kuwait percaya bahwa pemerintah mereka belum berhasil dalam memerangi korupsi, sementara antara 30 hingga 40 persen percaya bahwa pemerintah mereka bekerja dengan baik mengenai hak-hak perempuan, privasi dan menangani masalah pajak.
Oposisi kuat Kuwait terhadap normalisasi dengan Israel datang ketika delegasi dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Mesir pada pertemuan baru-baru ini dari negara-negara Arab dilaporkan menentang tawaran mengecam normalisasi.

The Russian television news network RT Arab reported on March 4 that Abdullah ibn Muhammad Al-Sheikh, speaker of the Saudi Arabian Consultative Assembly, along with his Emirati and Egyptian counterparts opposed a paragraph in the final communique of the 29th Conference of the Arab Conference. The Parliamentary Union in the Jordanian capital, Amman, is demanding an end to efforts aimed at normalizing relations with Israel and condemning all forms of restoration of relations with the occupying regime.

The paragraph states that "one of the most important steps to support Palestinian brothers requires the termination of all forms of relationship restoration and normalization with the Israeli occupiers. Therefore, we call for resilience and steadfastness by blocking all doors of normalization with Israel. "

Pada 17 Februari,  sebuah laporan yang diterbitkan oleh jaringan televisi Saluran 13  Israel mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengadakan "pertemuan rahasia" dengan Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita September lalu.

Selain itu, konferensi Warsawa, pertemuan yang disponsori AS yang diadakan di ibukota Polandia pada 13-14 Februari, menyatukan Netanyahu dan perwakilan dari sejumlah negara Arab, termasuk Oman, Maroko, Arab Saudi, UEA, Bahrain, Yordania dan Mesir.

Rezim Israel juga baru-baru ini meluncurkan kembali "kedutaan virtual" dalam upaya untuk "mempromosikan dialog" dengan negara-negara Arab Teluk Persia.

During his most famous visit by an Israeli official to the Persian Gulf kingdom, Netanyahu visited Oman last November, where he met Sultan Qaboos at the Bait al-Barakah Royal Palace in the coastal city of Seeb near the capital city of Muscat.

Surat kabar harian berbahasa Inggris,  The Jerusalem Post  melaporkan bahwa kedua belah pihak membahas cara untuk memajukan apa yang disebut proses perdamaian Timur Tengah serta sejumlah masalah yang menjadi kepentingan bersama terkait dengan stabilitas kawasan.

Jordan dan Mesir adalah satu-satunya dua negara Arab yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.***

Continue  to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com


Editing: T.Bintang
Source:  Presstv.com